NUSAPERDANA.COM — Beberapa orang tua menganggap anak yang tidur mendengkur atau bernapas dengan mulut terbuka adalah hal biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya sumbatan di saluran napas yang memengaruhi kualitas tidur dan pertumbuhan anak.
Kabar terbaru datang dari aktris Zaskia Adya Mecca. Putra ketiganya, Bhai Kaba Bramantyo atau Kaba, baru saja menjalani tindakan reduksi konka hidung. Prosedur ini dilakukan karena Kaba mengalami radang konka akibat alergi berat dan kelainan tulang hidung bagian dalam.
Bukan Pengalaman Pertama bagi Zaskia
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @zaskiadyamecca, Zaskia menceritakan bahwa Kaba bukan anak pertama yang menjalani tindakan serupa. Dua anaknya yang lain, Sybill dan Bhre, juga pernah melalui prosedur yang sama.
Karena sudah pernah mengalaminya, Zaskia kini lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak. Ia memahami betul kapan seorang anak perlu mendapatkan penanganan medis untuk masalah pernapasan.
Tanda yang Sering Dianggap Sepele
Zaskia membagikan pengalamannya mengenali gejala yang dialami Kaba. Menurutnya, ada kebiasaan yang kerap dianggap normal padahal perlu diwaspadai.
"Dulu ini hal yang ga ku pahami, tapi semenjak belajar, liat anak mulut sering terbuka buat nafas dan tidur, plus ngorok itu ku anggap bukan hal biasa. Ada sesuatu yang bisa dibenerin harusnya untuk kualitas hidup lebih nyaman," tulis Zaskia dalam unggahannya.
Selain alergi berat, Kaba juga memiliki tulang hidung bagian dalam yang bengkok. Kondisi inilah yang membuat saluran napasnya menyempit dan akhirnya mengganggu pernapasan sehari-hari.
Prosedur Singkat dan Masa Pemulihan
Reduksi konka hidung ternyata tidak memakan waktu lama. Menurut Zaskia, operasi yang dijalani Kaba hanya berlangsung sekitar satu jam dan pasien sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya.
"Tindakan 1jam, dan besok paginya udah bisa pulang. Tiga hari pasca reduction masih mampet karena pemulihan, tapi insyaaAllah setelah itu nafas lebih legaa," ungkap Zaskia.
Meski begitu, Zaskia menyadari bahwa radang bisa saja kambuh di kemudian hari. Namun, karena tulang hidung yang bengkok sudah diluruskan, risiko sumbatan total diharapkan berkurang.
Apa Itu Reduksi Konka Hidung?
Dalam unggahannya, Zaskia juga menjelaskan bahwa konka reduction adalah prosedur untuk mengecilkan ukuran konka atau turbinat, yaitu jaringan di dalam hidung yang berfungsi menghangatkan dan menyaring udara.
Jika konka terlalu besar atau bengkak, hidung akan terasa tersumbat terus-menerus. Akibatnya, anak kesulitan bernapas lewat hidung, terutama saat tidur atau ketika alergi kambuh.
Dilansir dari Cleveland Clinic, pengurangan turbinat dilakukan untuk memperbaiki aliran udara pada penderita obstruksi hidung kronis. Prosedur ini biasanya direkomendasikan jika pengobatan non-bedah seperti semprot hidung tidak lagi efektif.
Tindakan ini juga bisa dikombinasikan dengan prosedur lain, seperti septoplasti untuk mengoreksi septum hidung yang bengkok, atau rinoplasti untuk membentuk kembali hidung.
Kapan Anak Perlu Mendapatkan Tindakan Ini?
Reduksi konka umumnya dipertimbangkan saat anak mengalami hidung tersumbat kronis, konka membesar akibat alergi atau rinitis, sulit bernapas melalui hidung, serta mendengkur atau gangguan tidur yang berkaitan dengan sumbatan napas.
Jika Si Kecil menunjukkan gejala serupa dan tidak membaik dengan obat-obatan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis THT. Penanganan dini bisa mencegah gangguan tumbuh kembang akibat kualitas tidur yang buruk.