Disaat Virus Corona Masih Ada, Alfedri Mengharapkan para Petani Manfaatkan program KUR

Nusaperdana.com, Siak - Virus corona (Covid-19) masih merajalela di Indonesia tak terkecuali juga di Kabupaten Siak, namun tak menyurutkan tekat maupun komitmen dari pemerintah pusat dan daerah untuk saling bersinergi meningkatkan produksi pertanian dan mengatasi masalah corona, guna mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional.Demi meningkatkan hasil produksi pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah , bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara) dalam bentuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hal itu disampaikan oleh Bupati Siak Alfedri saat membuka sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Dinas Pertanian Kabupaten Siak, di Kecamatan Kandis, Rabu (8/7/2020).
"KUR ini merupakan salah satu jawaban Pemerintah terhadap pertanyaan petani tentang modal untuk meningkatkan hasil produksi dan untuk meningkatkan kedaulatan pangan yang ada daerah, dan juga ikut serta dalam pilkada ini khususnya di Kabupaten Siak", kata Alfedri.
Selain itu, KUR ini juga memiliki beberapa keunggulan yakni bunganya hanya 6%, dan tanpa biaya anggunan kalau meminjam dibawah 50juta, jika kita meminjam diatas 50juta baru dikanakan biaya anggunan.
"Jadi saya berharap kepada petani yang khususnya ada di Kecamatan Kandis, mari kita manfaatkan program KUR ini dengan sebaik mungkin untuk mengembangkan dan meningkatkan pertanian", harapnya.
Untuk di Kecamatan Kandis, ada potensi lahan Persawahan 300 Hektar di Dusun Lestari II Kampung Pencing Bekulo, dan masih mengandalkan pasang surut air sungai. Saat ini baru terkelola 40 ha dengan hasil empat ton per hektare pada dua tahun panen 2018 dan 2019.
"Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Permukiman (PU Tarukim) akan membangun irigasi persawahan di Dusun Lestari II Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis untuk menunjang ketahanan pangan khususnya di Kabupaten Siak", ucap Bupati Siak itu.
Sekretaris Dinas Pertanian kabupaten Siak Arisman mengatakan KUR ini sudah berjalan empat tahun namun baru sebagian masyarakat yang telah memanfaatkannya.
"Sebenarnya Kredit Usaha Rakyat sudah berjalan empat tahun, namun sangat sedikit masyarakat yang berminat. Oleh karena itu, mudah-mudahan ditahun 2020 ini program KUR akan diminati oleh para petani di Kabupaten Siak untuk mengembangkan pertaniannya, sehingga produksi pertanian akan meningkat", jelas Arisman.
Syarat pengajuan kredit Usaha Rakyat (KUR) cukup mudah, hanya melengkapi KTP, NIK, KK dan RAB atau rincian biaya, misalnya bapak mau nanam semangka 1 Hektar, berapa butuh dana, sehingga pandemik virus corona (Covid-19) masih melanda di Indonesia tak terkecuali juga di Kabupaten Siak, namun tak menyurutkan tekat maupun komitmen dari pemerintah pusat dan daerah untuk saling bersinergi meningkatkan produksi pertanian, guna mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional.dengan ada RAB terukur uangnya di keluarkan untuk apa saja. (doni)
Berita Lainnya
Kapolres Siak Tinjau Pos Terpadu Istana Siak dalam Rangka Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
Antrean Sepeda Motor Mengular ke Jalan Raya Sampai Oknum Calo Pun Ada Ro-Ro Air Putih Bengkalis.
Silaturahmi Hangat: Gubernur dan Kapolda Riau Hadiri Open House Wali Kota Pekanbaru
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Wali Kota Pekanbaru Gelar Open House, Eratkan Silaturahmi dengan Warga
Lepas Pawai Takbir, Bupati Kampar Mengajak Untuk Saling Memaafkan
Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Ajak Masyarakat Kolaborasi Bangun Kota
Diselenggarakan oleh Kapolda Riau, Bupati Bengkalis Ikuti Kegiatan Penanaman 10.000 Pohon