Kata Ahli Jiwa Soal PSBB yang Sulit Ubah Perilaku Masyarakat Indonesia
Nusaperdana.com, Jakarta - Protokol kesehatan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat sehingga bisa menjalani hidup normal baru di tengah pandemi Corona. Ahli jiwa berkomentar, dari situasi terakhir yang berkembang PSBB bisa dibilang gagal sebagai terapi perilaku.
dr Andri, SpKJ, FACLP, dari Omni Hospitals Alam Sutera mengatakan ramainya pemberitaan soal orang-orang yang mudik, berbelanja baju di pasar, hingga berkumpul jadi tanda masyarakat tidak begitu paham makna protokol kesehatan dalam PSBB.
Dalam ilmu psikologi dan psikiatri, terapi perilaku biasa dilakukan untuk menerapkan sebuah kebiasaan atau perilaku baru. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang.
"Hal ini sebenarnya sama dengan PSBB. Anjuran dan segala macam larangan telah diterapkan, namun sebagian besar masyarakat tidak paham mengapa harus pakai masker, menjaga jarak dan di rumah saja. Mereka mungkin berpikir apa sebenarnya untungnya buat mereka dengan melakukan semua itu. Maka ketika dilonggarkan, semua aturan PSBB dilanggar," kata dr Andri.
"Artinya dalam hal ini PSBB bagi sebagian masyarakat telah gagal menjadi suatu proses terapi perilaku," lanjutnya.
Mengapa PSBB gagal mengubah sebagian besar perilaku masyarakat? dr Andri menyebut ada beberapa kemungkinan, di antaranya bisa karena masih rendah tingkat kepedulian hingga rasa ingin menang sendiri.
Artinya dengan kondisi seperti ini ada kekhawatiran bisa terjadi peningkatan kasus infeksi ketika masa darurat Corona berakhir pada tanggal 29 Mei.
"Maka agak sulit sebenarnya untuk menghadapi new normal ke depannya. Bagaimana kita bisa new normal karena kalau kita pakai masker aja sembarangan... Ada yang hidungnya masih kelihatan, ada yang asal cantel, atau ada yang mulutnya masih terbuka cuma taruh di dagu. Ini saja belum bisa kita lakukan dengan benar," ungkap dr Andri di kanal Youtube-nya, Andri Psikosomatik.
Memang tidak semua abai terhadap protokol kesehatan. Untuk itu dr Andri mengajak agar masyarakat terus berupaya lebih serius lagi menjaga kesehatan demi diri sendiri dan orang-orang terdekat.
"Tentunya kita harus tetap berikhtiar. Bagaimanapun harus menjaga kesehatan tubuh kita dengan baik dengan melakukan langkah-langkah yang memang sudah terbukti bisa membantu kita mengurangi kemungkinan terkena virus COVID-19 ini," pungkas dr Andri.

Berita Lainnya
Negara dalam Genggaman Korporasi: Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan yang Menganga
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Kementerian Kehutanan Tegaskan Kehadiran Penyidik Kejagung Hanya untuk Pencocokan Data
Kejari Tabanan Tetapkan Tersangka Korupsi LPD Pacung, Sepanjang 2025 Selamatkan Keuangan Negara Rp2,6 Miliar Lebih
Ketum PMRI Rusli Effendi Ajak 2,3 Juta Masyarakat Riau Rantauan Mantapkan Komitmen Perjuangan Riau Jadi Daerah Istimewa, Libatkan Tokoh Nasional
Pandangan Praktisi Hukum Riau: OTT KPK terhadap Gubernur Riau Sarat Kejanggalan Prosedural
Warga Surabaya dan Sidoarjo Soroti Kerja Nyata dan Momen Haru Silaturahmi Adies Kadir
Meutya Hafid Menteri Komdigi Ingatkan Pemda Jangan Abaikan PWI