Satres Narkoba Polres Inhu Ringkus Oknum PNS dan P3K Paruh Waktu
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Laju Vaksinasi masuk 10 Besar, Begini Kata Jubir Vaksinasi Covid-19 RI
Nusaperdana.com, Jakarta - Lebih dari 80 Juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan pemerintah kepada penduduk Indonesia. Laju vaksinasi yang tinggi menempatkan Indonesia di urutan 10 negara dengan jumlah vaksinasinya terbanyak di dunia.
Sebelum Agustus ini, Indonesia juga sempat masuk 10 besar negara dengan laju penyuntikan vaksin COVID-19 tertinggi di dunia pada periode Maret 2021 lalu. Data tersebut dapat dilihat pada grafis yang disusun oleh Our World in Data.
Selain berada di sepuluh besar negara dengan cakupan vaksinasi tertinggi, Indonesia menempati urutan pertama di kawasan Asia Tenggara. “Percepatan program vaksinasi ditambah dengan stok vaksin yang mencukupi membuat cakupannya tinggi. Apalagi di bulan Agustus 2021 ini Kemenkes tengah berusaha mencapai jumlah penyuntikan 2 juta dosis per hari. Ini demi upaya kita segera mencapai herd immunity di 208 juta penduduk Indonesia,” jelas dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, (26/8)
Baru saja, Indonesia kembali kedatangan 5 juta dosis pasokan vaksin jadi asal Sinovac. Rencananya pada Agustus ini akan tersedia 82,3 juta dosis vaksin COVID-19 dari segala merek. Di dunia laju vaksinasi Indonesia berada persis di bawah Perancis.
Sementara di Asia Tenggara Indonesia menempati peringkat pertama, di atas Malaysia dan Filipina. Perlu diingat bahwa jumlah dosis vaksin yang diberikan bisa lebih banyak dari jumlah penduduk suatu negara. Ini karena Sebagian besar vaksin COVID-19 disuntikkan sebanyak dua juta dosis, sehingga Indonesia membutuhkan lebih kurang 416 juta dosis untuk mencapai herd immunity.
Saat ini suntikan dosis pertama Indonesia mencapai hampir 20% jumlah populasi penduduk, sementara dosis keduanya berada hampir 10%. Indonesia tentunya terus berupaya agar persentase cakupan populasi yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 bisa meluas. “Pemerintah sangat berharap masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi sesuai dengan jadwal vaksinasi. Karena vaksin COVID-19 terbukti dapat mengurangi risiko sakit berat bila terpapar COVID-19," terang dr. Nadia. (Sulaiman)

Berita Lainnya
Negara dalam Genggaman Korporasi: Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan yang Menganga
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Kementerian Kehutanan Tegaskan Kehadiran Penyidik Kejagung Hanya untuk Pencocokan Data
Kejari Tabanan Tetapkan Tersangka Korupsi LPD Pacung, Sepanjang 2025 Selamatkan Keuangan Negara Rp2,6 Miliar Lebih
Ketum PMRI Rusli Effendi Ajak 2,3 Juta Masyarakat Riau Rantauan Mantapkan Komitmen Perjuangan Riau Jadi Daerah Istimewa, Libatkan Tokoh Nasional
Pandangan Praktisi Hukum Riau: OTT KPK terhadap Gubernur Riau Sarat Kejanggalan Prosedural
Warga Surabaya dan Sidoarjo Soroti Kerja Nyata dan Momen Haru Silaturahmi Adies Kadir
Meutya Hafid Menteri Komdigi Ingatkan Pemda Jangan Abaikan PWI