Polsek KSKP Dampingi Petani Perkuat Swasembada Pangan
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
Melalui Projo Riau Persoalan Konflik Lahan 2.500 Hektar di Kota Garo Tapung Hilir Akhirnya Sampai ke Tangan Presiden Jokowi
Nusaperdana.com, Pekanbaru- Kunjungan Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo (Jokowi) ke Pekanbaru untuk meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) Bambu Kuning, Jumat (31/5/2024), dimanfaatkan oleh Pro Jokowi atau Projo Riau untuk bisa bertemu secara langsung dengan orang nomor 1 di Indonesia ini untuk menyampaikan persoalan konflik lahan masyarakat di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar yang telah menyita perhatian publik di Riau selama 4 bulan belakangan.
Saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media terkait prihal apa dan berkas apa yang diserahkannya kepada Presiden Jokowi, Ridwan menjawab bahwa ia menyampaikan
permohonan agar Presiden Jokowi turun tangan secara langsung menyelesaikan persoalan Lahan 2500 Ha di Desa Kota Garo.
Muhamad Ridwan menjelaskan bahwa selain menyerahkan berkas Data dan Kronologis Lahan 2500 Ha di Kota Garo Kampar Riau, ia juga menyampaikan 3 poin penting permohonan kepada Presiden Joko Widodo melalui surat resmi untuk menyelesaikan persoalan Lahan 2500 Ha di Desa Kota Garo yang berkaitan dengan Mafia Tanah.
"Pertama, kita meminta kepada Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo untuk segera menurunkan perintah tugas kepada Satuan Tugas Tindak Pidana Pertanahan untuk menangkap dan mengadili Mafia Tanah di areal 2.500 Ha di Desa Kota Garo Tapung Hilir, Kabupaten Kampar Provinsi Riau," ucap beber Muhammad Ridwan kepada wartawan, Senin (3/6/2024) pagi.
Selian itu, pihaknya juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo untuk segera memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk mengeluarkan tanah Suku
Sakai seluas 2.500 ha di Desa Kota Garo Kampar Provinsi Riau dari Kawasan hutan dan
menerbitkan SK Pelepasan Kawasan Hutan pada areal 2.500 ha di Desa Kota Garo tersebut.
"Kita juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia H. Ir. Joko Widodo untuk segera memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN RI mengeluarkan sertifikat komunal pada areal 2.500 ha untuk Suku Sakai Desa Kota Garo," tutur Ridwan.
Sebelumnya beredar video, teriakan Projo memanggil 'Pak Jokowi' terdengar menggema berkali-kali ditengah padatnya warga masyarakat sekitar memenuhi bahu jalan dan berdesak-desakan saat Jokowi meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) Bambu Kuning, Jumat (31/5/2024), alhasil akhirnya teriakan tersebut direspon oleh Presiden Jokowi dengan memanggil perwakilan dari Projo Riau untuk maju bertemu dengannya. Tak mau hilang kesempatan terlihat jelas Muhamad Ridwan Ketua harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Riau bergegas berlari menuju ke arah Presiden Joko Widodo.
Dihadapan Presiden Jokowi terlihat jelas Muhamad Ridwan menyampaikan beberapa hal kepada Presiden dan selanjutnya kembali ke belakang menjemput berkas lalu menyerahkannya secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, salah satu persoalan yang disampaikan ialah konflik lahan 2.500 hektar Desa Kota Garo, Tapung Hilir.

Berita Lainnya
Polisi Antar 295 Kg Jagung Pipil Hasil Panen Ketahanan Pangan Sabak Auh ke Gudang Bulog
Polsek KSKP Tembilahan Ajak Warga Tanam Cabai Rawit, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Kateman Dampingi Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Dukung Ketahanan Pangan
Emak-emak di Tapung Geruduk Warung Remang-remang, Desak APH Tutup Tempat Diduga Prostitusi
Program Studi Akuntansi FEB UNISI Raih Akreditasi Unggul, Dekan: Momentum Tingkatkan Mutu dan Daya Saing
Program Kapal Baca JALUR Hadir di Pesisir Inhil, Satpolairud Gandeng Mahasiswa KKN UNRI Tingkatkan Minat Baca Anak
Sentuh Warga Pesisir Inhil, Satpolairud Gandeng Mahasiswa KKN UNRI Bagikan Sembako Lewat Program JALUR
Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Batang Tuaka Diresmikan, Permudah Akses Warga Dusun Panglima