PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Reshuffle Dinilai Belum Jelas Gegara Jokowi Mau Ganti Banyak Menteri
Nusaperdana.com, Jakarta - Kapan Presiden Jokowi akan mengumumkan reshuffle kabinet belum juga jelas. Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi punya analisis sendiri soal penyebab belum jelasnya reshuffle.
Burhanuddin awalnya berbicara tentang penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Dia menilai pengisian pos dua kementerian itu bukan satu-satunya yang akan dilakukan Jokowi.
"Kaitannya dengan reshuffle, saya kira yang membuat lama bukan soal pengisian nomenklatur dua kementerian yang sudah disepakati, baik oleh pemerintah maupun DPR. Tetapi kalau misalnya reshuffle, itu tidak semata-mata ditujukan untuk mengisi kekosongan akibat perubahan nomenklatur tadi," kata Burhanuddin dalam diskusi 'Jangan Pegel Nunggu Reshuffle', Sabtu (24/4/2021).
Dia menilai reshuffle kali ini akan digunakan Jokowi melakukan bongkar-pasang banyak kementerian. Dia menilai tahun ini saat yang tepat jika Jokowi mau melakukan reshuffle.
"Jadi kalau misalnya reshuffle ini digunakan juga oleh Presiden Jokowi untuk melakukan bongkar-pasang secara lebih menyeluruh. Karena waktu sudah makin bergerak menjelang 2024 kalau misalnya reshuffle tidak dilakukan secara lebih komprehensif segera dan saat ini, dikhawatirkan waktunya tidak ada lagi. Karena, semakin dekat dengan 2024, tentu makin sulit buat kabinet baru anggota menteri baru hasil reshuffle untuk mengikuti pola," ujarnya.
Burhanuddin mengatakan kehadiran dua kementerian baru itu hanya jadi momentum Jokowi merombak ulang kabinetnya. Dia mengatakan Jokowi bisa saja mengevaluasi para menteri yang kinerjanya kurang memuaskan dan menggantinya.
"Jadi ini kesempatan bukan hanya me-reshuffle kementerian akibat perubahan nomenklatur, tetapi juga dicek ada nggak kementerian yang questionable dari sisi integritas daripada jadi masalah nanti, di-reshuffle bareng terkait dengan pengisian dua jabatan kementerian," ucapnya.
"Jadi ini justru menjadi peluang menjadi pintu masuk Presiden Jokowi melakukan reformasi struktural mumpung dalam krisis. Kalau nggak ada krisis, kesempatan itu nggak ada," imbuhnya.
Sebelumnya, isu reshuffle kabinet mencuat setelah DPR menyetujui nomenklatur baru kementerian, yakni penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Namun kapan pengumuman reshuffle belum menemui titik terang.
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan reshuffle kabinet akan terjadi sebentar lagi. Ngabalin meminta semua pihak menunggu terkait kemungkinan reshuffle kabinet tersebut.
"Tunggu saja, sebentar lagi," kata Ngabalin saat dihubungi, Selasa (20/4).
Namun sepertinya tarik-ulur terkait reshuffle belum tuntas. Istana, lewat Mensesneg Pratikno, memastikan tidak akan ada pengumuman reshuffle kabinet dalam waktu dekat seperti diutarakan Ngabalin.
"Nggak ada," kata Mensesneg Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Berita Lainnya
Negara dalam Genggaman Korporasi: Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan yang Menganga
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Kementerian Kehutanan Tegaskan Kehadiran Penyidik Kejagung Hanya untuk Pencocokan Data
Kejari Tabanan Tetapkan Tersangka Korupsi LPD Pacung, Sepanjang 2025 Selamatkan Keuangan Negara Rp2,6 Miliar Lebih
Ketum PMRI Rusli Effendi Ajak 2,3 Juta Masyarakat Riau Rantauan Mantapkan Komitmen Perjuangan Riau Jadi Daerah Istimewa, Libatkan Tokoh Nasional
Pandangan Praktisi Hukum Riau: OTT KPK terhadap Gubernur Riau Sarat Kejanggalan Prosedural
Warga Surabaya dan Sidoarjo Soroti Kerja Nyata dan Momen Haru Silaturahmi Adies Kadir
Meutya Hafid Menteri Komdigi Ingatkan Pemda Jangan Abaikan PWI