HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Polsek Sabak Auh Gelar Turnamen Domino Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Warga Keluhkan Kondisi Jalan Rusak dan Licin Akibat Aktivitas Mobil Angkutan Pasir di Kecamatan Tambang
Nusaperdana.com, Kampar - Tidak hanya beroperasi di aliran Sungai Kampar, aktivitas tambang pasir di beberapa desa di Kecamatan Tambang juga dikeluhkan warga.
Menurut warga, hilir mudik truk angkutan pasir sangat mengganggu jalan masyarakat. Disebutkan warga, jalan jadi rusak, berlumpur, licin dan basah. Bila tak hati-hati bisa membahayakan para pengendara.
"Aduh bang, jalan kami kini macam jalan ke kebun zaman dulu. Banyak lubang-lubang dan berlumpur," ucap salah seorang warga Desa Kualu kepada wartawan, Minggu, 14 November 2021.
Dia pun mengungkap, sejak dari Desa Terantang hingga ke desa-desa di hilir seperti Desa Padang Luas, Parit Baru dan Kualu sangat banyak tambang pasir. Tapi sebut dia, kerusakan jalan yang sangat parah terjadi di Desa Parit Baru dan di Desa Kualu.
Dia mengatakan, warga sudah sejak lama merasakan kerusakan jalan yang dipicu oleh hilir mudik truk angkutan pasir tersebut. Namun, keluhan warga ini katanya, tak begitu didengar oleh pihak-pihak berwenang di daerah tersebut.
"Tapi apa daya bang, warga biasa ini macam kita ini sulit didengar keluhannya. Kita hanya bisa berharap pada pihak kecamatan untuk dapat mengambil sikap agar jalan masyarakat tidak semakin parah kondisinya," harap dia.
Dia pun menyebut, kondisi jalan berlumpur akan berubah jadi debu yang sangat mengganggu mata pengendara di musim panas. Kondisi jalan rusak yang dipicu oleh hilir mudik truk pengangkut pasir ini, lanjut dia, sudah sangat diketahui oleh pihak kecamatan maupun desa. Yang sangat disayangkan warga, pihak desa dan kecamatan justru terkesan tutup mata.
Dikatakannya, usaha tambang ini banyak dimiliki oleh orang bukan warga desa setempat melainkan dimiliki oleh orang yang berdomisili di Pekanbaru.
"Kalau di Parit Baru dan Kualu rata-rata pemiliknya orang yang tinggal di Pekanbaru," beber dia.
Kami kemudian menghubungi Camat Tambang, Abukari untuk meminta tanggapan atas keluhan warga ini. Namun, Abukari lagi lagi tidak merespon upaya wartawan untuk menghubunginya.
Hingga berita ini kami tayangkan, telepon dan Wa dari kami tak ditanggapi oleh Abukari.(Redaksi)

Berita Lainnya
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Intensif Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lahan UPTD Pertanian
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
Media Nusa Perdana Surati BPN Kampar, Minta Klarifikasi Soal Pencabutan SKT dan SKGR di Kota Garo
Panen Raya Jagung di Sabak Auh, Polsek dan Kelompok Tani Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Polres Kampar Gelar Perkara Dugaan Pencurian Bibit Sawit, Polisi Libatkan BPN dan Ahli Pidana
HUT INI ke-118, Pengda INI Pekanbaru Gelar Pelatihan OSS dan KBLI 2025
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Narkotika, Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu