Bahas Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan, Pemkab Bengkalis Rakor Bersama Pelaku Usaha dan Stakeholder
Nusaperdana.com,Duri - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disdagprin) mengelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh agen, distributor, pedagang, dan pelaku usaha serta stakeholder, Selasa (14/3/23).
Bertempat di Hotel Surya Duri, Rakor membahas ketersediaan stok/pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok dan barang penting masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri, dipimipin Bupati Bengkalis diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Toharuddin.
Turut hadir dalam Rakor tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Zulfan, Kapolres Bengkalis diwakili Kasat intel Aang Kisnawan, Dandim 0303 Bengkalis diiwakili Jemi Irawan, Kajari Bengkalis diwakili Kasi Datun Vegi fernandez, Pincab PT. Pertamina Putra Niaga Pekanbaru Badri rahlik, Pimpinan Bulog Divre Bengkalis Budi Indrawan, serta para agen, distributor, pelaku usaha dan undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Bengkalis melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Toharuddin meminta agar ketersediaan dan kestabilan harga bahan kebutuhan pokok dan barang penting masyarakat harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk bisa dikendalikan.
“Sebentar lagi kita akan memasuki Ramadhan dan Idul Fitri, tentunya akan terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok dan barang penting masyarakat, dan selalu nya tingginya permintaan akan berbanding lurus dengan kenaikan harga komiditas ditingkat produsen, pedagang dan pelaku usaha, sehingga dapat mempengaruhi daya beli masyarakat sebagai konsumen yang pada akhirnya akan mengakibatkan inflasi. Oleh karenanya, kami minta semua ini perlu ditekan, jangan sampai masyarakat menjerit," pesannya.
Makanya dari itu, kata Toharudin menyampaikan Perintah Bupati Kasmarni agar Perangkat Daerah terkait, untuk segera dan secara berkelanjutan melakukan pemantauan dan pengawasan ke lapangan bersama stakeholder terkait lainnya.
"Ini menyangkut ketersediaan stok dan pasokan, maupun distribusi termasuk harga bapokting agar tidak terjadi kelangkaan, mengingat, kelangkaan bapokting juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya kenaikan atau lonjakan harga komoditas pangan,"paparnya.
Selain itu lanjut Toharudin, lakukan koordinasi dan pendekatan persuasif kepada para agen, distributor, pedagang, dan pelaku usaha, agar tidak memanfaatkan moment HKBN ini untuk menaikkan harga melebihi batas kewajaran demi mengejar keuntungan sesaat.
“Bersama unsur terkait lainnya, kami minta Disdagprin sebagai leader di lapangan lakukan tindakan tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang belaku, jika ada pihak-pihak yang coba bermain, seperti menaikkan harga di atas kewajaran atau melakukan penimbunan komoditas," pesannya.
Toharudin juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha agar tidak boleh bermain-main dengan hal ini, karena ini hajat hidup orang banyak dan juga instruksi langsung dari Bapak Presiden.
"Yang tak kalah pentingnya, terus lakukan edukasi dan komunikasi persuasif kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak dengan lebih memprioritaskan kebutuhan bukannya keinginan agar tidak terjadi pemborosan sepanjang bulan ramadhan dan dalam perayaan idul fitri tahun ini nantinya," pungkasnya.**
(Putra/Inf)

Berita Lainnya
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau
Polsek Sabak Auh Kawal Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Sungai Koto Kampar Hulu Diduga Tercemar, DLH Kampar Ambil Sampel Air: Hasil Lab Ditunggu 14 Hari
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuindra Cek Tanaman Cabai Berusia 35 Hari
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Intensif Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lahan UPTD Pertanian