Kerumunan Massa Akan 'Dibubarkan' Lewat SMS Blast Corona
Nusaperdana.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan pemerintah saat ini akan mengawasi kerumunan massa lewat pergerakan data ponsel.
Upaya tersebut dilakukan pemerintah untuk memutus penyebaran virus corona COVID-19 yang kian hari terus bertambah, baik yang kasus pasien positif maupun yang meninggal dunia.
"Pemerintah akan memonitor berkumpulnya orang di masa darurat dalam rangka physical distancing melalui data pergerakan smartphone (nomor HP) berdasarkan data BTS," ujar Johnny dalam pernyataannya saat mengumumkan penerbitan Surat Keputusan terkait penanganan virus corona di Indonesia.
Saat ada kerumunan massa yang dilihat berdasarkan nomor ponsel, pemerintah yang berkoordinasi dengan operator seluler akan membubarkan kumpulan orang-orang tersebut lewat SMS blast.
"Peringatan dapat diberikan melalui SMS blast," tegasnya.
Johnny menyebutkan juga Keputusan Menteri Kominfo untuk dalam upaya surveilans berupa tracing (penulusuran), tracking (pelacakan), dan fencing (mengurung) penyebaran COVID-19 dan memantau pergerakan kerumunan massa ini berlaku untuk keadaan darurat saja.
"Sampai dengan Pemerintah menyatakan keadaan kondusif dan keadaan darurat diakhiri," ungkap Politikus dari Partai NasDem ini.
Menkominfo Johnny mengajak masyarakat agar masyarakat mematuhi imbauan dari pemerintah sebagai upaya menghadapi keadaan darurat nasional dan global ini. Selain itu juga, diimbau untuk mengikuti semua perkembangan dan petunjuk yang pemerintah melalui saranan telekomunikasi.

Berita Lainnya
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau Resmi Dilantik, Hj. Helmiaty Basri Siap Pimpin Penguatan Peran Perempuan di Kepri
Seorang Remaja Diperkosa 27 Pria di Sampang, Komisi XIII: Kejar Seluruh Pelaku, Pastikan Korban Pulih dan Peroleh Keadilan
Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Nino dan Prioritaskan Pencegahan
Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau
Komisi III DPR Minta Polri Cari Pihak Bertanggung Jawab di Korupsi Batu Bara yang Picu Blackout: Bongkar Seluruh Jaringannya!
Tragedi di Intan Jaya: Ibu Hamil Jadi Korban Tembakan, DPR Desak Investigasi Transparan
Korlantas Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Ditlantas Polda Riau Ajak Masyarakat Tetap Tertib Berlalu Lintas