Diduga Pungut SPP Rp26 Ribu per Bulan, SMP Negeri 4 Tapung Hulu Disorot
Satres Narkoba Polres Inhu Ringkus Oknum PNS dan P3K Paruh Waktu
Menteri Edhy Panen Udang Vaname di Mempawah
Nusaperdana.com, Pontianak - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meninjau proses budidaya dan memanen udang Vaname secara parsil di Kuala Secapah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja menteri di Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (9/1).
Dalam kesempatan itu Menteri Edhy ikut menebar jala untuk memanen udang bersama para pembudidaya. Lalu ia mencoba menikmati langsung udang Vaname tanpa dimasak.
Ketika baru saja diangkat dari tambak, Menteri Edhy langsung membelah udang menjadi dua bagian dan memakan isi udang segar tersebut.
Dari para nelayan dan pembudidaya Menteri Edhy menerima berbagai aspirasi dan masukan. Diantaranya terkait benih udang Vaname yang saat ini masih didatangkan dari Sukabumi. Ia mengatakan ke depan benih harus bisa diproduksi di Kalbar. Apalagi Kalbar memiliki potensi sangat besar dan luas wilayah 1,5 dari pulau Jawa.
"Untuk lokasi menghasilkan benih udang ini terserah di mana akan dibangun, baik Mempawah maupun lainnya kita dari KKP siap mendukung," kata Menteri Edhy.
Terkait persoalan solar yang dialami nelayan, Menteri Edhy meminta Pemerintah Provinsi Kalbar mendata berapa kebutuhan dan sebarannya, sehingga ke depan persoalan ini tidak lagi menjadi masalah.
"Bahkan kita juga siap bantu bangun cold storage. Namun kita data nelayan dan potensinya, jangan sampai kosong cold storage. Listrik juga harus tersedia," ungkap Menteri Edhy.
Lebih lanjut Menteri Edhy mengatakan program pengembangan industri perikanan harus terkoordinasi dengan baik mulai pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Ia juga mengatakan produktivitas budidaya yang ada saat ini harus ditingkatkan lagi dengan teknologi.
"Pengembangan budidaya perikanan darat dan nelayan tangkap tentu kita maksimalkan. Melalui APBN sebagai stimulus juga harus didukung serta sinergis dengan berbagai pihak," tutupnya.

Berita Lainnya
Negara dalam Genggaman Korporasi: Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan yang Menganga
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Mafirion: Momentum Perkuat Kepemimpinan Global
Kementerian Kehutanan Tegaskan Kehadiran Penyidik Kejagung Hanya untuk Pencocokan Data
Kejari Tabanan Tetapkan Tersangka Korupsi LPD Pacung, Sepanjang 2025 Selamatkan Keuangan Negara Rp2,6 Miliar Lebih
Ketum PMRI Rusli Effendi Ajak 2,3 Juta Masyarakat Riau Rantauan Mantapkan Komitmen Perjuangan Riau Jadi Daerah Istimewa, Libatkan Tokoh Nasional
Pandangan Praktisi Hukum Riau: OTT KPK terhadap Gubernur Riau Sarat Kejanggalan Prosedural
Warga Surabaya dan Sidoarjo Soroti Kerja Nyata dan Momen Haru Silaturahmi Adies Kadir
Meutya Hafid Menteri Komdigi Ingatkan Pemda Jangan Abaikan PWI