Pemanfaatan DD Tepat Guna, Kusmayendi: Anggarkan Penunjang Komunikasi di APBDes Perubahan


Kuantan Singingi - Dalam rangka meningkatkan silaturahmi dan komunikasi aktif serta reaksi cepat aparatur pejabat desa di wilayah pemerintahan, Pj Kades Pulau Kijang Kusmayendi berenca akan menganggarkan alat bantu komunikasi antar pejabat desa. Hal itu disampaikan Pj Kades Pulau Kijang, Kusmayendi didampingi Sekretaris nya, Gamisran kepada awak media, Sabtu (22/06/2019) disalahsatu Warkop di Baserah. "InsyaAllah kita akan anggarkan alat komunikasi yang meringankan dan selalu aktif 24 jam full. Hal ini sebagai wujud kita peduli dan pelayan masyarakat," ucapnya. Menurutnya, Ia mengatakan bahwa hal ini akan dianggarkannya melalui Anggaran APBDes Perubahan nantinya. "Rencananya di APBDes Perubahan nanti kita anggarkan," ujar pria yang lebih dikenal dengan nama Andi VJ. Hal senada juga dikatakan oleh Sekdes Pulau Kijang, Gamisran. Dimana Ia menjelaskan, alat komunikasi yang akan dianggarkan tersebut berupa Orari atau HaTe, satu orang perangkat atau pejabat desa diberi 1 HT nantinya. "Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kita terhadap masyarakat nantinya. Dan alat komunikasi ini, dengan tujuan agar kita bisa cepat mengabarkan dan bisa membangun kekompakan antar sesama perangkat desa," sebutnya. Gamisran yang pernah menjabat PAW Kades Pulau Kijang beberapa waktu lalu itu menjelaskan, "Untuk tahap awal kita akan menganggarkan sebanyak 12 unit. Sesuai jumlah pejabat atau perangkat desa yang harus difungsikan maksimal dalam pelayanan terhadap masyarakat," kata pria yang akrab disapa Sideng. Sesuai kategori dan jumlah aparatur desa yang ada saat ini, kata Gamisran, masing masing perangkat akan mendapatkan 1 alat bantu komunikasi jarak jauh, antara lainnya Kades, Sekdes, Kaur Pemerintahan, Kaur Kesejahteraan, Kasi Keuangan, Kaur Umum, Kadus I, Kadus II, Kadus III, Operator, serta 2 orang Staf Kantor Desa. "InsyaAllah kedepannya akan kita tambah dengan setiap RT yang ada," ujarnya. Hal ini, lanjut Gamisran, mengingat dan menimbang musim hujan dan banjir yang rutin menjadi langganan serta menyebabkan sebagian wilayah Pemerintahan Desa Pulau Kijang terputus atau terpisah akibat banjir setiap tahunnya. "Antisipasi kita terhadap keadaan yang paling buruk saat musim tidak menentu. Salahsatunya, pada saat musim banjir melanda desa kita ini. Dan ini terjadi setiap tahunnya, minimum 1 kali dalam setahun itu," paparnya. "Kemudian juga berfungsi untuk penjagaan keamanan desa dari maling," tambahnya.



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar