Pemda Akan Memutuskan Status Kecamatan yang Berbatas Langsung dengan Kota Pekanbaru
Nusaperdana.com, Bangkinang - Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH yang diwakili Sekretaris Daerah Kampar Drs. Yusri, M.Si pimpin Rapat Gugus Tugas penanganan Penyebaran Virus Covid 19. Dalam rapat tersebut dibahas mengenai penetapan bagi Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru.
“Ada Tiga Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru, diantaranya Kecamatan Tambang, Kecamatan Siak Hulu dan Kecamatan Tapung sementara Kecamatan Bangkinang merupakan salah satu yang merupakan termasuk zona Merah. Pemda Kampar harus memberikan perhatian serius kepada Kecamatan-kecamatan ini” ucap Yusri.
Dalam Rapat tersebut Sekda Kampar didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kampar Ahmad Yuzar dan Kepala Kementerian Agama Kampar Alfian, Kepala Puskesmas tiga Kecamatan serta Kepala Bagian Kesra Yurnalis dan Majelis Ulama Indonesia Kampar yang diwakili Sekertaris Umum Johar Arifin, Rapat itu dilaksanakan di Lantai III Ruang Rapat Kantor Bupati Kampar pada (27/4).
Dalam arahannya Sekda juga menyampaikan untuk Kecamatan Tambang ada 4 Desa yang akan dibatasi akses keluar masuk dan Zona Merah, diantaranya Desa Rimbo panjang, Desa Kualu, Desa Tarai Bangun, sedangkan untuk Kecamatan Siak Hulu yang akan ditetapkan sebagai Zona Merah diantaranya Desa Pandau dan Desa Tanah Merah, untuk Kecamatan Tapung ada Desa Karya Indah dan Kecamatan Bangkinang.
Dalam kesempatan tersebut Yusri juga akan menindaklanjuti hasil rapat tersebut kepada Bupati Kampar, sekaligus meminta keputusan Bupati Kampar atas status yang akan diberlakukan untuk 4 Kecamatan.
Dalam rapat tersebut melalui pendapat Majelis Ulama Indonesia Kampar yang disampaikan Sekretaris umum Johar Arifin, Sekda meminta kepada seluruh Pengurus Mesjid untuk mengikuti protokol pencegahan Penyebaran Covid 19, terutama kepada Kecamatan yang berbatasan langsung oleh Kota Pekanbaru.
Selain itu, Yusri juga meminta Kepala Desa yang Wilayahnya berbatas langsung dengan Kota Pekanbaru, agar membatasi keluar masuk masyarakat dari desa maupun luar desa, selain itu, Kepala Desa wajib melakukan tindakan persuasif kepada pengurus mesjid untuk memberikan pemahaman bahaya penyebaran Virus Ini.
Yusri juga meminta kepada Kepala Desa diwilayah empat Kecamatan agar meminimalisir kegiatan yang dapat mengundang masyarakat, seperti Pasar Kaget dan kegiatan yamg bersifat mengumpulkan massa.
Dalam rapat tersebut Yusri juga menyampaikan Untuk Daerah Kecamatan Bangkinang Kota, Pemda dan TNI/POLRI serta melalui Satpol PP akan menertibkan pedagang Takjil dengan melakukan jarak pedagang, dan mengatur tempat atau lapak pedagang lainnya.
Diakhir Arahannya Yusri meminta kepada Dinas Kesehatan untuk lebih memperhatikan ketersediaan Alat Kesehatan terutama Alat Pelindung Diri (APD) dan segera menyalurkan kepada Puskesmas terutama Puskesmas yang berada di kecamatan Yang berbatas langsung dengan Kota Pekanbaru. (Dani)

Berita Lainnya
Sambut 1 Muharram 1448 Hijriah, PKS PT Permata Citra Rangau Berbagi Sembako Untuk Warga
KLH Respons Dugaan Pencemaran Hulu Sungai Kampar, Minta PUDAL Sumatera Tindak Lanjuti
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Asta Cita di Lahan Ketahanan Pangan
Hulu Sungai Kampar Diduga Tercemar, DPRD Kampar Desak DLH Jangan Hanya Menunggu Laporan, Segera Turun ke Lapangan
Menuntut Keadilan Migas: Pemkab Siak Dukung KPK Benahi Sengkarut PI 10% demi Kesejahteraan Rakyat
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
BKAD Inhil Pastikan Dana Kelurahan Sudah Masuk Kasda, Insentif RT/RW Segera Cair
Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil