PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Satgas TMMD Ke-111 Ikut Andil Lansir Kayu Dari Pelabuhan Menuju Masjid Al Jum'ah Desa Teluk Bunian
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Dipagi hari ini, Satgas TMMD ke 111 Kodim 0314/lnhil ikut andil dalam kegiatan masyarakat bergotong royong melansir kayu bakau (cerucup) dari pelabuhan ke depan masjid Al Jum'ah Desa Teluk Bunian, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Minggu (04/07/2021).
Dansatgas TMMD ke 111 Kodim 0314/lnhil Letkol lnf lmir Faishal melalui Dan SSK Satgas TMMD Kapten lnf R Sagala mengatakan kegiatan ini dilaksanakan secara dadakan ketika anggota Satgas sudah persiapan berangkat ke lokasi sasaran fisik masing-masing, tiba tiba ada pengumuman di masjid bahwa pagi ini ada gotong royong melansir kayu bakau.
"Dengan cepat saya perintahkan anggota Satgas untuk segera membantu masyarakat mengangkat kayu bakau. Alhamdulillah berkat kerja sama yang baik, dalam waktu sekejap kayu bakau sudah terangkut semuanya," ungkapnya.
Sementara itu H Muhammad Shaleh selaku bendahara pembangunan masjid mengucapkan terimakasih kepada anggota satgas TMMD yang begitu sigap dalam membantu masyarakat.
"Alhamdulillah berkat bantuan dari anggota Satgas TMMD dan warga, kayu bakau yang jumlahnya 200 batang dalam sekejap saja sudah berpindah dari pelabuhan ke masjid seperti ayam dikasih beras, luar biasa," tutur H Saleh.
Ia juga menjelaskan bahwa kayu bakau tersebut nantinya akan digunakan sebagai cerucup untuk membangun MCK masjid.

Berita Lainnya
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Diduga Serobot Lahan Sawit 50 Hektare, Lima Orang Dilaporkan ke Polres Kampar
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Bengkalis Serahkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS
Musyawarah Warga dan Kaur Desa Indra Sakti Berakhir Damai, Sengketa Perusakan Tanaman Temui Titik Terang
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa