Sukses Tekan Angka Stunting, Bupati Kasmarni Ingatkan Jangan Lengah
Nusaperdana.com,Bengkalis - Kabupaten Bengkalis sukses menekan angka stunting. Dari 21,9 persen di 2021 menjadi 8,4 persen di akhir 2022. Terendah di Provinsi Riau.
Meski capaian prevalensi stunting Kabupaten Bengkalis sudah rendah, bahkan dibawah target nasional. Namun, kita jangan lengah.
Intervensi program dan kegiatan penurunan stunting harus tetap dijalankan secara berkelanjutan.
Intruksi tersebut secara tegas disampaikan Bupati Kasmarni diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono saat membuka Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan dilaksanakan di Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Selasa 21 Maret 2023.
Melalui forum yang dilaksanakan, seluruh pemangku kepentingan diminta menyamakan persepsi dan membuat rencana kerja yang lebih cepat, tepat dan terarah.
Peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) diminta lebih nyata dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
"Kita berharap dengan kinerja dan strategi yang maksimal, di 2024 Kabupaten Bengkalis zero stunting", harapnya.
Bupati juga mengingatkan tentang pentingnya keakuratan dan keterpaduan data stunting.
Untuk itu, Bupati instruksikan agar TPPS segera menyusun "Satu Data Stunting" sebagai media monitoring dan evaluasi pelaporan.
Terkait upaya penurunan stunting, salah satu cara yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan bantuan keuangan khusus satu milyar, satu kecamatan, satu desa dan kelurahan.
"Manfaatkan anggaran tersebut secara baik dan tepat sasaran. Salah satunya untuk penanganan stunting", pesannya.
Sebelum mengakhiri, Bupati turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih Forkopimda yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penurunan stunting di Negeri Junjungan.
"Terkhusus Pak Dandim 0303 dan Ketua Persit 0303 yang telah menjadi orang tua asuh anak stunting", ungkapnya.
Sementara itu, mewakili ketua TPPS Kabupaten Bengkalis Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, H Hambali menuturkan berbagai langkah nyata akan terus dilakukan dalam penurunan stunting.
Seperti, pemberian makanan tambahan bagi balita, edukasi gizi seimbang, sanitasi layak bagi keluarga dan ibu hamil.
Edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, keterampilan pengolahan bahan makanan lokal untuk makanan pendamping ASI dan makanan sehat, serta pengecekan rutin bagi ibu hamil.**

Berita Lainnya
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau
Polsek Sabak Auh Kawal Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Sungai Koto Kampar Hulu Diduga Tercemar, DLH Kampar Ambil Sampel Air: Hasil Lab Ditunggu 14 Hari
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kuindra Cek Tanaman Cabai Berusia 35 Hari
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Intensif Pantau Jagung Ketahanan Pangan di Lahan UPTD Pertanian