Terkait Kasus Axelle, Ini Pernyataan Kapolres Tana Toraja
Nusaperdana.com, Tana Toraja - Kapolres Tana Toraja AKBP Liliek Tribhawono dalam pernyataannya mengatakan bahwa pihaknya dalam menangani kasus "Axelle" berlaku profesional, dan mengedepankan aspek kepastian hukum.
Menyinggung soal adanya rekaman dari seorang oknum "petinggi Axelle" yang beredar di media sosial tentang adanya polisi yang meminta "upeti" kepada pihak Axelle, dengan tegas Liliek Tribhawono Iryanto menyatakan dengan tegas bahwa Tidak ada satu pun polisi yang meminta upeti kepada manajemen Axelle.
Di singgung lagi soal rekaman itu yang menyebut pejabat Kapolres Tator minta sejumlah upeti, Liliek Tribhawono Iryanto selaku Pejabat Kapolres Tana Toraja menyatakan dengan tegas, "Kapolres tidak pernah minta-minta, saya tegaskan sekali lagi bahwa Kapolres tidak pernah minta-minta, tudingan itu keji dan fitnah," tegas Kapolres melalui rilis Humas Polres Tana Toraja, Rabu (19/2/2020).
Namun sebagai pejabat Kapolres Tana Toraja, Liliek Tribhawono Iryanto juga memberikan sebuah pernyataan yang menyebutkan, "jika ada oknum anggota yang di kemudian hari diketahui ternyata terbukti melakukan pencatutan nama Kapolres dengan memanfaatkan kasus Axelle yang sedang bergulir, maka terhadapnya akan diberlakukan sanksi pidana ataupun sanksi disiplin, muaranya ke pidana atau ke propam," jelas Liliek Tribhawono. (Hms/Arie)

Berita Lainnya
Perempuan Bangsa Kepri Gelar Pengobatan Massal di Tanjung Uma, Komitmen Hadir di Tengah Warga
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek KSKP Tembilahan Rawat Tanaman Jagung
Kejar Swasembada Pangan, Polisi Turun ke Kandang Sapi Inhil: Peternak Didorong Tingkatkan Produksi
Apel Gabungan Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026
Harga Kelapa Inhil Kian Melemah, Akademisi UNISI Bayu Fajar Susanto: Negara Harus Hadir Benahi Tata Niaga Petani
Profesi Advokat Diduga Dilecehkan Saat Jalankan Tugas, PERADI, TPPA, dan IKADIN Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Kepala UPT Samsat Bengkalis Datangi PWI, Sampaikan Permintaan Maaf atas Polemik Konfirmasi Wartawan
Hot spot di Kempas, Lahan Gambut 10 Hektare Berhasil Dikendalikan