PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Tingkatkan SDM, NU Diminta Perbanyak Sekolah
Nusaperdana.com, Tegal - Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., meminta Nahdlatul Ulama (NU) untuk meningkatkan jumlah sekolah setingkat SMP dan SMA di Kota Tegal. Mengingat sekolah SMP dan SMA NU jumlahnya masih sedikit. Meskipun tidak dipungkiri, sudah banyak pondok pesantren yang berdiri di setiap Kecamatan. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) NU dan kontribusi warga NU dalam kemajuan bangsa khususnya Kota Tegal.
Ungkapan Wali Kota tersebut dilatarbelakangi oleh hadirnya Staf Khusus Presiden RI, Aminuddin Ma’ruf, di Sarasehan dengan tema Penguatan Kemandirian Pendidikan Keagamaan Islam dalam Lingkungan Sekolah dan Pesantren yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Pendidikan Keagamaan Se-Kota Tegal di SMA NU Kota Tegal, Rabu (15/01/2020).
Hadiri juga Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi S.T., M.M, Kapolres Kota Tegal AKBP Siti Rondhijah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tegal Akhmad Farhan S.HI M.HI dan dihadiri Perwakilan GP ansor Kota Tegal Dan Perwakilan Fatayat NU Kota Tegal dan siswa-siswi SMA NU Kota Tegal.
Wali Kota mengatakan orang yang diangkat menjadi Staf Khusus Presiden RI merupakan orang khusus dan tidak sembarang orang dapat menjadi staf khusus. Dapat dikatakan staf khusus memiliki SDM yang baik. “Rekam jejak harus baik, harus pintar, latar belakang organisasi, pengalaman, riwayat hidup juga harus baik,” ungkap Wali Kota yang menyebut dari 13 orang staf khusus se-Indonesia, diharapkan ada 9 orang yang berasal dari NU.
Agar warga NU memiliki SDM yang mumpuni, Wali Kota meminta NU untuk meningkatkan pendidikan anggotanya.
“SMP dan SMA diperbanyak dan ditingkatkan. Meskipun setiap kecamatan sudah banyak berdiri pondok pesantren yang besar,” harap Wali Kota.
Selain jenjang SMP dan SMA, Wali Kota juga berharap adanya sekolah di Kota Tegal bisa berjenjang, misalnya tingkat madrasah ada hampir di setiap kelurahan dan juga sekolah tingkat wustho.
“Sekarang untuk wustho sudah ada 10 yang keluar ijinnya sedangkan 2 sedang proses. Yang kuliahnya bagaimana? Se-Kecamatan satu, berarti ada empat kecamatan. Makanya empat tahun untuk madrasah, wustho 2 tahun dan kuliah paling tidak 8 tahun harus ada. Kapan lagi satu kecamatan minimal satu,” jelas Wali Kota.
Wali Kota yakni dengan adanya pengembangan SDM NU melalui pendidikan, maka NU akan semakin besar.
“Saya yakin tentunya akan besar. Toh nyatanya organisasinya tidak banyak punya RS dan universitas, tetapi yang penting kader NU punya RS dan universitas. Tidak usah jauh-jauh, Bapak saya punya universitas dan RS,” ungkapnya senang.
Dalam paparannya, Aminudin Ma’ruf mengatakan bahwa SDM Indonesia harus bisa bersaing dengan Negara Negara lain untuk memenangkan kompetensi menuju Generasi Emas 2045.**(Hartadi Setiawan)

Berita Lainnya
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Diduga Serobot Lahan Sawit 50 Hektare, Lima Orang Dilaporkan ke Polres Kampar
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Bengkalis Serahkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS
Musyawarah Warga dan Kaur Desa Indra Sakti Berakhir Damai, Sengketa Perusakan Tanaman Temui Titik Terang
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa