Satresnarkoba Polres Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Pantai Cermin
Polsek Kabun Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Bantaran Sungai
Dokter Spesialis Anak Tidak Ada, Ini Kata Kabid Pelayanan RSU Nurdin Hamzah
Nusaperdana.com, Muarasabak - Kosongnya dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum (RSU) Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjung Jabung Timur ditanggapi oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan, dr Affandi Amran. Ketika dikonfirmasi oleh awak media di ruang kerjanya, Ia mengatakan bahwa dokter spesialis anak terakhir bertugas pada bulan Juli 2019 lalu.
"Terakhir kita dapat dari kemenkes di bulan juli 2019. Kontraknya hanya setahun," katanya, Senin (25/2/2020) lalu.
Ia mengaku, jika dari pegawai negeri sipil (PNS), pihaknya tidak memiliki dokter spesialis anak. Dan untuk menghadirkan dokter tersebut, khususnya di RSU Nurdin Hamzah tidaklah mudah.
Menurutnya, pihak RSU Nurdin Hamzah bisa medatangkan dokter yang berasal dari tiga sumber. Yaitu bisa dari PNS, bisa dengan kontrak dan bisa melalui program kementrian kesehatan (Kemenkes).
"Kalau dari PNS kita memang tidak memiliki spesialis anak. Spesialis ini sudah susah kita mendapatkan. Kita sudah berapa kali mengajukan supaya dapat," terangnya.
"Kita sudah memberikan tempat, kita sudah menyiapkan uang sebesar lima belas juta untuk jasa profesinya," tambahnya.
Sehingga, lanjut Affandi, untuk mengatasi hal tersebut, penanganan terkait pengobatan yang membutuhkan dokter spesialis anak akan dihandle oleh dokter umum seperti dulu lagi.
"Di handle oleh dokter umum, kembali seperti dulu lagi. Kalau tidak mampu dokter umum dan butuh penanganan lebih lanjut langsung kita rujuk ke Jambi," katanya.
Sementara, Ia mengatakan presentase maksimal pasien anak yang dirujuk kerumah sakit lain tidak lebih dari 30 persen. Dan rata-rata pasien anak yang berobat ke RSU Nurdin Hamzah karena demam.
"Kalau presentase maksimal yang dirujuk itu paling 30 persen. Anak-anak itukan paling kebanyakan demam," katanya.
Kemudian Ia juga menyebut, pada prinsipnya, para dokter itu mempelajari seluruh ilmu, baik dokter umum atau dokter spesialis.
"Dokter spesialis itu awalnya dokter umum juga. Sama seperti yang lain, mereka belajar posisi normalnya, abnormalnya, terapinya, pemeriksaannya. Prinsipnya untuk penanganan simtomatis insha allah dokter sudah siap, tidak perlu cemas," pungkasnya. (ygo)

Berita Lainnya
DPO kasus kekerasan berat dan persetubuhan anak di bawah umur Berhasil ditangkap Polsek Tambut
Satresnarkoba Polres Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Pantai Cermin
LPPNRI Kampar Gerak Cepat, Siap Surati PPID Soal Tapal Batas Desa Indra Sakti
Polsek Kabun Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Bantaran Sungai
LPPNRI Kampar Geram: Tapal Batas Tak Kunjung Tuntas, Pemerintah Dinilai Gagal Lindungi Hak Rakyat
Personel Pos Pam Simpang TB Tandun Intensifkan Patroli, Situasi Lalu Lintas Aman dan Terkendali
Tim Pemadam Kebakaran PHR Ikut Terjun Padamkan Karhutla di Dumai
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Islamic Center