Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Wali Kota Pekanbaru Gelar Open House, Eratkan Silaturahmi dengan Warga
Kata Tetangga, Terduga Teroris di Jayapura Buka Pengajian

Nusaperdana.com, Jayapura - Terduga teroris yang ditangkap polisi di Jalur 9 Perumahan Grand Doyo, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Kamis (5/12), ternyata selama ini tak pernah melaporkan keberadaan dirinya kepada pengurus RT setempat.
Hal ini diakui Andy Trikora sebagai Ketua RT Jalur 9 Perumahan Garnd Doyo, Sentani. Bahkan menurut Andy, terduga teroris yang biasa disapa Pakde ini membuka kelas mengaji di rumahnya.
Hanya saja, kata Andy, Pakde dan istrinya yang dikenal dengan nama Sarah ini mengajarkan anak-anak di dalam pengajian untuk tak boleh merayakan Maulid Nabi, Idul Adha, dan Lebaran.
"Dalam pengajian itu, anak-anak juga dilarang menyebutkan sejumlah ayat dalam Alquran," katanya, Kamis (5/12/2019) kemarin.
Lokasi tempat usaha warung makan milik terduga teroris yang ditangkap polisi di daerah Doyo, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Foto Katharina)
Andy menyebutkan, saat Idul Adha tahun lalu, ia dipercayakan memegang kupon untuk diberikan kepada umat muslim di kompleks itu.
"Saya kan pegang kupon Idul Adha, lalu saya mau serahkan ke Pakde. Dia menutup pintu dan tak membukakan pintunya, walau keluarga itu ada di dalam rumah," jelasnya.
Hal yang sama juga diutarakan Ance Edoway, tetangga samping rumah Pakde pun menyebutkan saat Idul fitri tahun lalu, pintu rumah Pakde pun tak terbuka.
"Padahal sebagai tetangga, kita kan ingin mengucapkan selamat Lebaran atau silaturahmi, tapi rumah Pakde malahan tertutup. Kami juga bingung sendiri," ujarnya.
Ance juga menyebutkan Pakde tipe orang yang selalu gelisah di malam hari. Beberapa kali ia melihat Pakde mondar-mandir di depan rumahnya. Ia juga biasa duduk di depan rumahnya atau di depan rumah Ance.
"Beberapa kali saya melihat Pakde itu lalu lalang saja, mondar mandir di depan rumahnya, lalu ke depan rumah saya. Maklum saja, rumah saya dan Pakde hanya berbatas tembok saja. Jadi saya tahu apa yang biasa dia lakukan di luar rumah," katanya.
Ance beberapa kali juga sering melihat tukang sol sepatu dan penjual es keliling biasa mampir dan menjadi tamu tetap di rumah itu.
"Kalau istrinya itu, kami tahu dia adalah seorang penjahit, biasa melakukan permak pakaian," kata Ibu Ina, tetangga depan rumahnya.**
Sumber: kumparan.com
Berita Lainnya
Ramadhan Tiba, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Berbagi Sembako
LBH Pers SMSI Riau Siap Dampingi Masyarakat Hadapi Masalah Hukum
Gubernur Ansar Sampaikan Gagasan Upaya Peningkatan Layanan Kesehatan dan Nakes kepada Menkes RI
Srikandi PLN Turut Berperan Dalam Komisioning GI 150 kV Talisayan sebagai Wujud Semangat Hari Pahlawan
Kunjungi Proyek Pembangunan TL 150 kV GI Malifut - GI Tobelo, EVP MKJ PLN Tegaskan Komitmen PLN untuk Memperkuat Infrastruktur Kelistrikan di Maluku Utara
Membanggakan, Teknik Sipil UNISI Raih Juara 1 Lomba Tingkat Nasional
SMSI Gagas RM Margono Djojohadikoesoemo Menjadi Pahlawan Nasional, Dukungan Kian Menguat
Pembangunan Kelurahan Dinilai Tertinggal, Ferryandi Janjikan Anggaran Sama Dengan Di Desa