Kurt Angle Jadi Korban PHK WWE Akibat Corona

Sumber Foto: Detik.com

Nusaperdana.com, Connecticut - Bagi pecinta gulat SmackDown, nama Kurt Angle tentu tak asing. Kabar terbaru, bintang WWE itu kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi corona.

Dilansir talkSport, Kurt Angle menjadi korban PHK WWE (World Wrestling Entertainment) yang mengalami krisis finansial akibat pandemi virus corona. Bukan cuma Kurt yang kena PHK, melainkan beberapa pegulat lainnya.

WWE, yang dipimpin Vince McMahon, juga memutus kontrak dengan Rusev, Drake Maverick, dan Zack Ryder. Selain itu, wasit dan produser juga kena pemecatan akibat pandemi. Total, ada 37 orang yang kena PHK.
Baca juga: Panen Kritikan, UFC 249 Resmi Ditunda
"WWE telah menerima kesepakatan tentang melepas Kurt Angle, Rusev (Miroslav Barnyashev), Drake Maverick (James Curtin), Zack Ryder (Matthew Cardona), Curt Hawkins (Brian Myers), Karl Anderson (Chad Allegra).....," tulis pernyataan WWE menyebutkan banyak nama.

Nama Kurt Angle sendiri sudah tak asing, termasuk buat masyarakat Indonesia. Di awal 2000-an, tayangan gulat WWE pernah disiarkan langsung oleh stasiun televisi swasta nasional.

Kurt Angle punya gaya khas mengenakan bodysuit ketat berwarna bendera Amerika Serikat. Ia juga kerap membawa medali emas, yang ia peroleh dari Olimpiade 1996.

Dalam pernyataannya, Kurt Angle membenarkan soal pemecatannya. Lewat Twitter, Ia menyampaikan perpisahannya dengan WWE, yang sudah digelutinya hampir 20 tahun. Terakhir, sejak pensiun, Kurt Angle menghabiskan waktunya sebagai produser belakang layar.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada WWE untuk waktu yang saya habiskan di sana. Saya mendapat banyak teman baru dan memiliki kesempatan untuk bekerja dengan begitu banyak orang berbakat. Kepada para Superstar, teruslah menghibur WWE Universe sebaik mungkin. Mereka adalah penggemar terbaik di dunia. #itubenar," cuit Kurt Angle.

Lebih lanjut, terkait pemecatan yang dilakukannya, WWE mengaku bisa memangkas biaya pengeluaran mencapai 3,2 juta paun. WWE juga yakin tetap bisa bertahan di tengah situasi yang sulit ini.

"Manajemen terus percaya bahwa dasar-dasar bisnis perusahaan tetap kuat, dan WWE berada dalam posisi yang baik untuk mengambil keuntungan penuh dari lanskap media yang berubah dan meningkatkan nilai hak olahraga langsung dalam jangka panjang," jelas pernyataan WWE.



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar