Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Penggali Kubur di Blitar Dilantik Jadi Kades

Nusaperdana.com, Blitar - Seorang penggali kubur di Kabupaten Blitar memenangkan Pilkades. Warga mendaftarkannya karena dia terkenal jujur dan punya jiwa sosial yang tinggi.
Lelaki berbadan tegap itu bernama Mujiadi. Walaupun usianya 50 tahun, namun warga Dusun Krajan RT 12 RW 3 Desa Pagerwojo Kecamatan Kesamben tampak masih bugar.
Awal berbincang dengan detikcom, Muji kelihatan canggung dalam memilih kalimat. Bahkan terkesan terbata-bata. Dia juga tidak mengganti pakaian yang dikenakan, usai memetik bunga turi di tegalan belakang rumahnya. Dari cara berpakaian dan menyusun kalimat, benar-benar terlihat lelaki ini seorang petani desa yang utun (lugu) dan sederhana.
"Ngapunten sanget Mbak. Kulo niki tiyang utun. Dereng saget birokrasi (maaf sekali, saya ini orang desa. Belum bisa birokrasi)," ujar lulusan STM Bangunan ini pada detikcom di rumahnya, Sabtu (14/12/2019).
Ketegangan Muji mereda, ketika obrolan menggunakan bahasa Jawa. Menurutnya, menjadi kades sama sekali tak pernah terbayang di benaknya. Dia mengaku tidak punya kemampuan birokrasi sama sekali. Wargalah yang mendorongnya, bahkan mendaftarkannya menjadi pemimpin di desa mereka.
"Setiap ketemu warga saat menggali kubur, mereka selalu bilang, wes Pak Ji sampean ae sing dadi kades (sudah Pak Ji, bapak saja yang jadi kades)," ucapnya membuka cerita.
Di Desa Pagerwojo, Muji selalu terdepan mengurusi jenazah ketika ada orang meninggal. Tanpa diminta tolong keluarga duka dan tanpa bayaran, Muji akan datang lebih awal ke makam untuk menggali dan menyiapkan lubang untuk pemakaman jenazah warga yang meninggal.
Padahal di desa dengan empat dusun itu terdapat lima lokasi pemakaman. Tak peduli dia warga satu dusun atau berbeda dusun, Muji selalu menggali kubur membantu keluarga yang berduka.
"Bagi saya, kalau takziah di rumah duka itu kan hanya nongkrong saja. Lha badan saya masih sehat masih kuat. Kan lebih baik saya ke makam, gali tanah siapkan lubang untuk pemakaman," tuturnya dengan lugas.
Aktivitas menggali kubur sudah dilakukan Muji sejak 2003. Lahannya yang berdekatan dengan areal makam membuatnya tahu setiap ada warga yang meninggal dan membutuhkan lokasi pemakaman.
Kepedulian pada lingkungan dan jiwa sosial inilah yang membawa Muji naik derajat menjadi seorang kepala desa. Dia berhasil mendapatkan sebanyak 1.284 suara dari sekitar 6.000 daftar pemilih di desanya pada Pilkades serentak 12 Oktober lalu. Jumat (13/12), Muji dilantik menjadi Kades Pagerwojo.
"Kami ingin pemimpin yang jujur. Sejak awal, kami melihat Pak Muji orang yang sangat baik, jujur dan punya jiwa sosial tinggi. Makanya, kami daftarkan jadi calon kades dan Alhamdulillah menang," kata Dwi Hari, warga Dusun Dawung.**
Berita Lainnya
Ramadhan Tiba, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Berbagi Sembako
LBH Pers SMSI Riau Siap Dampingi Masyarakat Hadapi Masalah Hukum
Gubernur Ansar Sampaikan Gagasan Upaya Peningkatan Layanan Kesehatan dan Nakes kepada Menkes RI
Srikandi PLN Turut Berperan Dalam Komisioning GI 150 kV Talisayan sebagai Wujud Semangat Hari Pahlawan
Kunjungi Proyek Pembangunan TL 150 kV GI Malifut - GI Tobelo, EVP MKJ PLN Tegaskan Komitmen PLN untuk Memperkuat Infrastruktur Kelistrikan di Maluku Utara
Membanggakan, Teknik Sipil UNISI Raih Juara 1 Lomba Tingkat Nasional
SMSI Gagas RM Margono Djojohadikoesoemo Menjadi Pahlawan Nasional, Dukungan Kian Menguat
Pembangunan Kelurahan Dinilai Tertinggal, Ferryandi Janjikan Anggaran Sama Dengan Di Desa