Studi Ini Ungkap Mutasi Corona yang Paling Ganas Terjadi di Eropa

Nusaperdana.com, Jakarta - Hingga kini sudah lebih dari 2,4 juta kasus virus Corona COVID-19 terjadi di seluruh dunia. Sebuah studi terbaru mengatakan virus ini telah bermutasi dan menjadi lebih ganas di Eropa.
Dikutip dari Mirror, para peneliti dari Universitas Zhejiang, China, percaya bahwa virus Corona telah bermutasi menjadi setidaknya 30 jenis yang berbeda. Sedangkan menurut laporan dari South China Morning Post, hasil mutasi virus ini yang paling berbahaya ditemukan di China dan Eropa, sementara yang menyebar di Amerika Serikat (AS) adalah jenis yang lebih ringan.
Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis strain virus dari sebelas pasien dan menguji seberapa efektif virus itu menginfeksi serta membunuh sel manusia. Hasilnya adalah beberapa mutasi yang paling ganas itu ditemukan di Zhejiang, Spanyol, dan Italia.
Hal yang menjadi kekhawatiran para peneliti adalah virus Corona strain ini dapat menciptakan hingga 270 kali lipat jumlah partikel atau viral load dibandingkan dengan jenis virus Corona yang paling 'jinak'.
"Temuan ini menunjukkan bahwa mutasi yang diamati dalam penelitian kami, dan mungkin juga pada isolat virus yang dikumpulkan di seluruh dunia, dapat secara signifikan berdampak pada patogenesis SARS-CoV-2," tulis peneliti Hangping Yao.
Berita Lainnya
Warga Palestina yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan Dengan Kondisi Terluka
Tujuh Strategi Diplomasi Public Relations untuk Meningkatkan Reputasi Suatu Bangsa.
Amerika Serikat Mulai Uji Klinis Vaksin Influenza Universal
Rusia Kecam Aksi Barat Terhadap Iran
Australia tambah bantuan kendaraan lapis baja untuk Ukraina
Israel Hancurkan Bangunan Sekolah di Palestina di Tepi Barat
PM Inggris Sebut China Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Pecat Komandan Militer Senior Ditengah Serangan Rusia