Wakil Bupati Tegal Dilantik Menjadi Ketua IPSI


Nusaperdana.com, Slawi – Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie dilantik menjadi Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) cabang Kabupaten Tegal masa bakti 2019-2023, oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi IPSI Jawa Tengah Harry Nuryanto, Kamis (30/1/2020) di Pendopo Amangkurat. Dihadiri oleh 18 perwakilan perguruan pencak silat se-Kabupaten Tegal, Ardie mengatakan, akan berusaha meningkatkan target prestasi pencak silat Kabupaten Tegal.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dengan niat tulus dan kerjasama yang baik prestasi akan kita tingkatkan”, Kata Ardie dalam sambutan sebagai ketua IPSI. Ardie membuka diri untuk diberikan arahan atau masukan, terutama oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Suharinto. Karena saya disini bukan sebagai wakil bupati tetapi sebagai ketua IPSI," candanya.

Ardie menjelaskan, target utamanya yaitu melestarikan budaya. Menurutnya, jika ditelusuri dari aspek budaya pencak silat merupakan warisan budaya yang patut dibanggakan. jika terus dijaga budaya ini, selain kesehatan juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, salah satunya untuk daya tarik pariwisata. Berbicara target peningkatan prestasi, Ardie yang juga pesilat Pagarnusa ini meminta pengprov memberikan arahan dan masukan.

 

"Mari kita kerja, tak harus keras agak santai tetapi yang pasti berorientasi pada hasil," ujarnya.

Senada dengan Ardie, menurut Harry pencak silat merupakan warisan budaya yang harus kita rawat dan angkat. "Pencak silat juga merupakan salah satu pemersatu bangsa," tambahnya.

“Jangan hanya tarian, pencak silat pun bisa untuk pembukaan acara-acara kedinasan”, usul Ardie kepala Kadis Porapar. Tahun lalu Dinas Kominfo Kabupaten Tegal juga pernah menggunakan pencak silat ketika pembukaan festival tegal," ungkap Ardie.

Sementara itu Harry menyampaikan, ada dua hal yang dapat menjaga organisasi tetap eksis dan berprestasi. Yang pertama pengurus harus punya rasa memiliki sehingga timbul rasa bangga, yang kedua perihal pembiayaan. Dukungan pembiayaan dari pemerintah sangat dibutuhkan, karena semua kegiatan harus memiliki dana yang cukup sehingga prestasi dapat ditorehkan.

Terakhir dirinya meminta do’a restu, rencananya di tahun 2022 akan diadakan Pekan Olahraga Provinsi. Dan tahun ini kami mohon doa restu untuk sembilan atlet akan mengikuti pelatda di salatiga, yang akan kita persiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2022 di papua, Pungkasnya.**(MA)



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar