Awalnya Jeni Takut, Berkat Program TNI Anaknya Lepas dari Stunting

Awalnya Jeni Takut, Berkat Program TNI Anaknya Lepas dari Stunting

Nusaperdana.com, Rokan Hulu - Seorang ibu Jeni (31), warga Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu, Riau begitu gembira, lantaran anak pertamanya dapat lepas dari kondisi stunting.

Ia bercerita perbaikan gizi anaknya tak terlepas dari dukungan program bantuan tambahan gizi dari bapak asuh anak stunting Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, S.A.P.

"Saya punya anak satu, kondisi stunting setelah umur satu tahun. Waktu itu saya syok melihat berat badan anak saya kurang," kata Jeni, Selasa 28/2/2023.

Ia mengaku khawatir dan takut akan kondisi anaknya, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia bersyukur mendapat pendampingan dari TNI Babinsa Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Serka Mendrayani.

Selain itu, Bidan Desa Rambah Samo Barat Eva Fita Yanti, Kepala Desa Rambah Samo Barat Fauzi, Kader posyandu Mekar Sari Asmidar dan Rohani serta Kader Pemberdayaan Masyarakat Erda Lisna Wati.

"Saya sangat senang pak, karena ada program dari bapak TNI," jelas Jeni.

Berkat pendampingan itu, Jeni mendapatkan solusi mulai dari pola asuh anak hingga pola makan.

"Akhirnya diberi arahan Bu Kader dan Bu Bidan soal asupan makanan bergizi. Luar biasa, Alhamdulillah sekarang berat dan tinggi anak saya kondisinya sudah normal," ungkap Jeni.

Menurutnya, program yang diinisiasi TNI dapat menjangkau masyarakat bawah.

Sementara itu, Danramil 02 Rambah Lettu Inf Dedi, A.Md melalui penerangan humas Serda Dedy Novery Samosir menjelaskan, kegiatan itu merupakan program dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman.

"Sesuai instruksi dari bapak Kasad, TNI AD harus hadir di Tengah-tengah kesulitan masyarakat dan senantiasa menjadi solusi. Hingga sampai saat ini, bantuan tambahan gizi berupa susu, beras, minyak goreng, telur dan kacang hijau sudah memasuki pada tahap ke lima dan di serahkan kepada ke tiga anak yang sama," tegas Serda Dedy Novery Samosir.

"Kegiatan ini, memang bukan tugas pokok sebagai prajurit. Tetapi, TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," tutupnya.



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar