Kepala SMAN 2 Kampar Ucapkan Selamat HUT Kampar ke 76: Kampar di Hati
PWI Bengkalis Kirim 15 Wartawan Ikuti Hari Pers Nasional 2026 di Banten
Sudahi saling tuding dan fitnah
Elida Netti: Berpolitiklah dengan Santun dan Beretika
Nusaperdana.com, Duri - Praktisi Hukum dan Politik, Elidanetti SH, MH beberapa tahun belakangan malang melintang di level nasional diam diam, memperhatikan situasi dan kondisi Negeri Junjungan nama lain dari Kabupaten Bengkalis, di tengah memanasnya suhu politik Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020.
Berangkat dari keprihatinan dan kekhawatiran terjadi hal hal tidak diinginkan di Kabupaten Bengkalis, khususnya di Duri meliputi empat kecamatan, Mandau, Bathin Solapan, Pinggir dan Talang Muandau memiliki penduduk yang heterogen, beragam suku dan agama, bahkan lumbung suara di Pilkada 9 Desember 2020 nanti.
Praktisi Hukum disapa akrab Elida itu menekankan, tidak ada yang kebal hukum. sudahi saling tuding dan fitnah. berpolitiklah dengan santun dan beretika, agar masyarakat terutama generasi muda bisa belajar dari pesta demokrasi di bumi melayu ini.
"Tidak ada yang kebal hukum. Sudahi saling tuding dan fitnah. Saya tahu 'lubang semut' itu," tegasnya kepada rekan-rekan Media di Kantornya di Simpang Lampu merah Jalan Mawar Duri, Kecamatan Mandau. Sabtu (11/07/2020)
Kata Elida, saya sangat khawatir dengan situasi ini. Ritme politik sudah tak wajar. Para dalang memainkan peran, sudah tak peduli dengan batasan batasan sosial dan budaya timur yang diwariskan nenek moyang.
"Jika situasi dan kondisi yang tak wajar ini terus berlanjut seperti, tuding menuding dan fitnah serta menggiring opini di tengah masyarakat dan ranah publik, sangat berbahaya."
Duri khususnya memiliki masyarakat yang heterogen, selama ini saling hormat menghormati dan harga mengghargai serta kebersamaan dan persatuaannya masih terjaga.
Bila para dalang terus menerus menggerus dengan cara cara berpolitik yang tak wajar so pasti bakal merusak dan mengancam tatanan sosial masyarakat berujung kepada terjadinya konflik horizontal.
Hal ini tidak diinginkan oleh siapa pun, kecuali oknum oknum yang tidak menginginkan keberagaman tetap bersatu.
Untuk itu, berpolitiklah dengan santun dan beretika. Jangan saling membeberkan kelemahan, sebab tidak ada yang bersih. Ingat, praduga bersalah berlaku dan dimata hukum semua orang sama derajatnya, ketika seseorang melanggar hukum.
"Dimata hukum semua orang sama kedudukannya. Berpolitiklah dengan cerdas, cekoki masyarakat terutama generasi muda dengan cara cara profesional dan elegan." Jelas wanita yang juga menjabat sebagai Ketua umum DPW Puan PAN Riau itu
Kepada masyarakat khususnya tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta lainnya punya andil untuk menangkal terjadinya perpecahan tatanan sosial yang sudah terbangun dari dulu.
Paling penting, mari bersama menjaga perbedaan dan keberagaman sebagai aset dan modal daerah songsong masa depan yang lebik ke depan. Terangnya. (putra)

Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Kepala SMAN 2 Kampar Ucapkan Selamat HUT Kampar ke 76: Kampar di Hati
Zumrotun Rayakan HUT Kampar Ke 76 dan HUT Gerindra Ke 18: Kampar di Hati, Kompak Bergerak Berdampak
Plt Kadis PUPR Kampar Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar, Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
Dorong Mudik Lebaran Aman dan Nyaman PUPR Siak Perbaikan Tiga Ruas Jalan Strategi
Dipanggil Polda Riau soal Sengketa Tanah Tapung Hilir, Kuasa Hukum Sebut Ada Dugaan Mafia Tanah
PWI Bengkalis Kirim 15 Wartawan Ikuti Hari Pers Nasional 2026 di Banten
Sinergi Ketua DPRD Inhil, PLN, dan Pemdes, Jaringan Listrik Segera Dibangun di Desa Sialang Panjang