PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Festival Bakaroh, Tradisi Menangkap Ikan Dengan Alamat Tangkap Tradisional di Desa Sungai Intan
Nusaperdana.com, Indragiri Hilir - Di desa Sungai Intan, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir terdapat tradisi unik, yang dijadikan festival pariwista tahunan, yakni festival Bakaroh.
Festival Bakaroh, sebuah tradisi masyarakat yang turun temurun dilakukan untuk lebih mentradisikan menangkap hasil sungai menggunakan peralatan tradisional tanpa merusak ekosistem.
Filosofi festival ini untuk memupuk jiwa bergotong royong antar peserta dalam menangkap ikan, serta mengajak masyakarat untuk tidak menggunakan bahan berbahaya untuk menangkap ikan.
“Kita berharap iven budaya Desa Seperti Festival bekaroh ini semakin meningkatkan kesadaran mensyarat untuk selalu menjaga keseimbangan ekosistem alam. Kita berharap juga acara ini dapat berjalan sukses dan lancar untuk lebih mensukseskan iven budaya Festival bekaroh Desa Sungai intan ini,” jelas masyarakat tempatan.
Dalam festival tersebut, masyarakat secara beramai-ramai dengan menggunakan peralatan tradisional seperti tangguk (alat menangkap ikan dan udang berupa jaring) berusaha mendapatkan hasil tangkapan sebanyak-banyaknya.
"Kegiatan ini juga mengajarkan kearifan lokal bagi masyarakat untuk melakukan penangkapan ikan secara tradisional tanpa menggunakan alat-alat atau bahan yang dapat merusak ekosistem," sebutnya.(Advertorial/Disparporabud Inhil)

Berita Lainnya
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis
Meramu Bahan Kimia Surfaktan untuk Rokan
Diduga Serobot Lahan Sawit 50 Hektare, Lima Orang Dilaporkan ke Polres Kampar
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Bengkalis Serahkan Bantuan Kemanusiaan melalui BAZNAS
Musyawarah Warga dan Kaur Desa Indra Sakti Berakhir Damai, Sengketa Perusakan Tanaman Temui Titik Terang
LBH CLPK Siap Laporkan Kaur Desa Indra Sakti, Musyawarah Buntu dan Pejabat Desa Mengaku Tidak Tahu
Kepala Desa Senama Nenek Diduga Jadi Dalang Konflik, Lahan 2.800 Hektare Dijadikan Arena Perebutan Kuasa