Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Ilmuwan Temukan Dinosaurus yang Diduga Kanibal

Nusaperdana.com, Jakarta - Dinosaurus kanibal terdengar seperti hal yang sangat mengerikan, tapi itulah realita di zaman Jurassic. Baru-baru ini, Ilmuwan menemukan fosil yang menjadi bukti adanya kanibalisme di kalangan dinosaurus.
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE, ilmuwan meneliti tulang dinosaurus yang ada di Mygatt-Moore Quarry di dekat perbatasan Utah dan Colorado, AS. Mereka mencari bekas gigitan yang ada di 2.368 tulang dinosaurus di situs tersebut.
Dikutip detikINET dari Live Science, Sabtu (30/5/2020) banyak dari tulang-tulang tersebut yang memiliki bekas gigitan dari dinosaurus theropod. Sebagai informasi, Theropod adalah kelompok dinosaurus karnivora berkaki dua yang mencakup Tyrannosaurus rex, Spinosaurus dan Allosaurus.
Dalam beberapa kasus, mereka menemukan beberapa penggigit dan yang digigit berasal dari genus yang sama, yaitu Allosaurus. Hal ini yang membuktikan kasus kanibalisme antar dinosaurus yang sangat langka.
Dari 2.368 tulang dinosaurus yang diteliti, ilmuwan menemukan 29% di antaranya memiliki setidaknya satu bekas gigitan theropod. Banyak dari bekas gigitan itu dibuat oleh gigi bergerigi, menandakan Allosaurus yang paling banyak menggigit.
Menariknya, bekas gigitan ini bukan untuk membunuh mangsa dan tidak ditemukan di bagian tubuh dinosaurus yang memiliki banyak daging. Bekas gigitan justru ditemukan di jari tangan, jari kaki dan tulang belakang yang tidak memiliki banyak daging.
"Predator biasanya menyasar bagian yang banyak daging dan perlahan menuju bagian yang kurang bergizi," kata Drumheller.
"Theropod besar yang yang mencoba memakan jari kaki theropod besar lainnya mungkin sudah terlambat, ketika bagian lain yang lebih menarik telah dimakan," imbuhnya.
Penulis utama studi ini Stephanie Drumheller mengatakan, fenomena langka ini kemungkinan terjadi karena predator terpaksa harus memakan bangkai saudaranya sendiri karena kekurangan mangsa.
"Theropod besar seperti Allosaurus mungkin tidak suka pilih-pilih makanan, terutama jika lingkungan mereka sudah kekurangan sumber daya," kata Drumheller yang juga dosen paleontologi di University of Tennessee.
Melalaui studi ini mengindikasikan bahwa suatu area tersebut mengalami kesulitan sumber daya, sehingga karnivora yang tinggal di sana mengais-ais sisa daging yang ada di bangkai dinosaurus.
"Mengais makanan dan bahkan kanibalisme merupakan sesuatu yang mungkin terjadi," sambungnya.
Mygatt-Moore Quarry memiliki ratusan ribu tulang dinosaurus yang berasal dari periode Jurassic akhir atau sekitar 150 juta tahun yang lalu. Dulunya area ini merupakan daerah yang kaya dan dihuni banyak spesies dinosaurus besar, termasuk Apatosaurus dan Allosaurus.
Berita Lainnya
Warga Palestina yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan Dengan Kondisi Terluka
Tujuh Strategi Diplomasi Public Relations untuk Meningkatkan Reputasi Suatu Bangsa.
Amerika Serikat Mulai Uji Klinis Vaksin Influenza Universal
Rusia Kecam Aksi Barat Terhadap Iran
Australia tambah bantuan kendaraan lapis baja untuk Ukraina
Israel Hancurkan Bangunan Sekolah di Palestina di Tepi Barat
PM Inggris Sebut China Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Pecat Komandan Militer Senior Ditengah Serangan Rusia