Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
India Mulai Longgar dan Siapkan Protokol Wisata

Nusaperdana.com, Mumbai - India perlahan-lahan melonggarkan lockdown. Mereka pun mempersiapkan protokol baru untuk turis masuk ke negaranya.
Berdasarkan laporan dari The Associated Press, semenjak hari Senin (8/5/2020) India telah membuka kembali perbatasan negaranya bersamaan dengan tempat-tempat bisnis. Rumah ibadah, restoran dan mal juga telah mulai buka. Sebelumnya, menjelang hari Senin beberapa toko-toko kecil sudah mulai beroperasi bersama dengan layanan pengiriman.
Untuk penerbangan internasional, India masih membatasi dan diutamakan untuk penduduk India yang ingin pulang ke rumah saja. Pembatasan ini dilakukan karena India juga berkaca kepada negara-negara lain yang juga membatasi dan mengurangi masuknya warga asing ke negaranya untuk mengurangi jalur masuk virus Corona.
Teruntuk sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata India mengeluarkan pedoman untuk hotel, restoran dan operator tur dalam bergerak di tengah pandemi yang masih memanas. Kementerian pun menyarankan untuk melayani turis yang tidak memiliki riwayat virus dalam 28 hari terakhir.
Serta mereka juga menyediakan hand sanitizer dan masker untuk semua kendaraan. Dan juga menyarankan menyambut turis dengan 'namaste' daripada berjabat tangan.
Kementerian juga menyiapkan protokol dimana hotel-hotel harus melakukan disinfektan dan pembersihan terutama pada benda-benda yang sering disentuh wisatawan, seperti ganggang pintu dan tombol lift. Juga untuk para staff hotel dilakukan pemeriksaan suhu tubuh secara berkala.
Bergeser ke restoran, mereka harus mengurangi kapasitas pengunjung hanya 50 persen dari biasanya. Mengurangi transaksi tunai dan memastikan para staf restoran memakai masker topeng dan sarung tangan.
Sampai Kamis (11/6/2020) petang, jumlah kasus virus Corona di India mencapai 287 ribu kasus, dari angka tersebut yang sembuh mencapai 141 ribu orang dan meninggal dunia mencapai 8.102 orang.
Berita Lainnya
Warga Palestina yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan Dengan Kondisi Terluka
Tujuh Strategi Diplomasi Public Relations untuk Meningkatkan Reputasi Suatu Bangsa.
Amerika Serikat Mulai Uji Klinis Vaksin Influenza Universal
Rusia Kecam Aksi Barat Terhadap Iran
Australia tambah bantuan kendaraan lapis baja untuk Ukraina
Israel Hancurkan Bangunan Sekolah di Palestina di Tepi Barat
PM Inggris Sebut China Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Pecat Komandan Militer Senior Ditengah Serangan Rusia