Selebgram Transgender Dihujat karena Anjurkan Wanita Unduh Aplikasi Kencan Gay

Nusaperdana.com, Jakarta - Selebgram transgender Naofal Moussa dihujat setelah menganjurkan wanita untuk membuka aplikasi kencan khusus gay. Dalam Instagram Live-nya, transgender yang berbasis di Turki itu mengatakan bahwa cara tersebut dapat mengidentifikasi apakah pria yang ada di dekat atau dikenal gay atau tidak.
Berbicara dalam bahasa Arab Maroko dalam videonya, ia menyarankan agar wanita transfobia atau homofobik untuk mengunduh aplikasi kencan gay, termasuk Grindr dan PlanetRomeo, menggunakan foto pria.
"Aplikasi ini akan menunjukkan orang-orang yang ada di dekatmu. 100 meter, 200 meter, bahkan hanya satu meter, berada di samping atau di rumah tamu. Karena semua orang berada di rumah, ini bisa menunjukkan suamimu yang sedang berada di ruang tidur, bisa juga menunjukkan putramu yang berada di kamar mandi," ujar transgender yang lebih dikenal dengan nama Sofia Talouni itu.
Sejumlah pria gay di Maroko mengatakan bahwa apa yang disampaikan Naofal tersebut berbahaya dan dapat menyerang kaum gay. Lantaran, kaum gay ilegal di Maroko. Berbicara kepada Insider, sejumlah pria gay mengatakan bahwa di beberapa kasus, ketika pria ketahuan bahwa mereka gay maka mereka bisa diusir dari rumah, bahkan di tengah pandemi ini.
Setelah video Naofal tersebut viral, sejumlah grup di Facebook telah mengeluarkan foto-foto pria gay. Mereka dihujat dan dihina. Kini kaum gay di Maroko kabarnya tengah ketakutan.
Setelah isu tersebut meresahkan bagi kaum gay, akun Naofal akhirnya dihapus oleh Instagram. Videonya tak lagi bisa diakses.
"Ini membuat banyak orang jadi berisiko, jadi kami menghapus konten tersebut secepat mungkin," ujar juru bicara Facebook yang mewakili Instagram kepada Insider.
Berita Lainnya
Warga Palestina yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan Dengan Kondisi Terluka
Tujuh Strategi Diplomasi Public Relations untuk Meningkatkan Reputasi Suatu Bangsa.
Amerika Serikat Mulai Uji Klinis Vaksin Influenza Universal
Rusia Kecam Aksi Barat Terhadap Iran
Australia tambah bantuan kendaraan lapis baja untuk Ukraina
Israel Hancurkan Bangunan Sekolah di Palestina di Tepi Barat
PM Inggris Sebut China Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Pecat Komandan Militer Senior Ditengah Serangan Rusia