Diduga Pungut SPP Rp26 Ribu per Bulan, SMP Negeri 4 Tapung Hulu Disorot
Satres Narkoba Polres Inhu Ringkus Oknum PNS dan P3K Paruh Waktu
Sinyal Keberadaan Harimau Sumatera di Pekanbaru
Nusaperdana.com, Pekanbaru - Seorang warga melaporkan adanya kemunculan tapak satwa buas yang diduga harimau di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.
Tim diterjunkan ke lokasi dan dipastikan jejak tersebut tapak harimau Sumatera.
"Petugas kita sudah diterjunkan ke lokasi tepatnya dekat dengan PLTU di Tenayan Raya. Hasil identifikasi memang benar tapak tersebut adalah bekas jejak harimau sumatera," kata Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dian Indriati kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).
Dian menjelaskan hasil diidentifikasi di lapangan jejak harimau Sumatera dengan ukuran jejak P 14 cm dan L 12 cm.
"Awalnya tapak tersebut ditemukan oleh seorang petani Sugito di kebun pisangnya. Tapak dimaksud sudah terlihat sekitar 3 hari di kebunnya," kata Dian.
Petani tadi, lanjut Dian, baru melaporkan temuan tapak tersebut pada Kamis (16/1). Laporan disampaikan awalnya ke Satpam PLTU Tenayan Raya.
"Kemudian tim kita terjunkan hari ini ke lokasi untuk memastikan hal itu," kata Dian.
Petugas BBKSDA, sambung Dian, juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait kemunculan satwa harimau Sumatera.
"Kita juga memberikan kontak person kepada masyarakat apabila menemukan jejak baru atau sisa kotoran agar segera diinformasikan ke petugas Balai Besar KSDA Riau," tutup Dian.**

Berita Lainnya
Amir Luthfi Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar
Plt Kadis PUPR Kampar Ucapkan Selamat HUT ke-76 Kabupaten Kampar, Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
Pemuda di Tapung Hulu Dibegal 2 OTK, Motor dan HP Raib
Dana BOS SMPN 4 Tapung Hulu Disorot, Warga Minta Kejari-Inspektorat Turun Tangan
Kapolres Kampar Apresiasi Brimob Renovasi Jembatan Gobah, Infrastruktur Vital Warga
Pemuda Kampar Ajak Masyarakat Pahami Risiko KSO PT Agrinas terhadap Program PPTKH–TORA
Polres Kampar Bergerak, Olah TKP Sengketa Lahan 50 Hektare di Desa Sei Kijang
Aula Stanum Mangkrak, Dana PI Rp6 Miliar Disorot, LPPNRI Kampar Desak Kejaksaan Tindaklanjuti Laporan