PWI Bengkalis Tuntaskan Keikutsertaan dalam Rangkaian HPN 2026 di Banten
Bupati Rocky Sambangi Lansia Lumpuh
Nusaperdana.com, Aceh Timur - Berbeda dari kebiasaan. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam suasana pandemi COVID-19 dimanfaatkan Bupati Aceh Timur untuk menyambangi para penderita lumpuh akibat stroke di Desa Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Sabtu (31/10).
Kedatangan orang nomor satu di Aceh Timur ini menyusul informasi dari rekannya terkait salah satu warga yang mengalami kelumpuhan sejak tujuh tahun yang lalu. Tidak butuh waktu lama, hanya hitungan 6-7 menit menggunakan roda empat sang Kepala Daerah (KDh) itupun tiba di rumah milik Saiful Anwar Juned.
Informasi dari pihak keluarga, pria kelahiran 7 Maret 1959 itu awalnya bekerja sebagai kernek mobil angkutan kota. Menyusul usianya yang semakin senja, Bang Nabon (sapaan Saiful Anwar Juned) kemudian bekerja sebagai tenaga buruh dan kerap membantu petugas LLAJ di Terminal Idi sejak 1980-an hingga 2013 lalu.
"Setelah mendapat informasi warga, kita langsung menyambangi salah seorang warga yang menderita lumpuh akibat stroke. Bahkan Bang Nabon sudah terbaring lemas sejak tujuh tahun yang lalu," kata Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky, disela-sela mengunjungi Saiful Anwar Juned.
Melihat kondisi kesehatannya yang terus mengalami penurunan, Rocky mengatakan Bang Nabon perlu perhatian pihak keluarga dalam merawatnya secara terapi. Sementara itu, pemerintah juga akan memberi perhatian khusus, baik kursi roda untuk membantu gerakan Bang Nabon dari tempat tidur ke luar kamar dan keluar ke teras rumah. "Ini tujuannya agar Bang Nabon nanti bisa berjemur saat pagi hari, tidak lagi terkurung di dalam kamar," ujar Rocky.
Bupati Aceh Timur didampingi Iskandar selaku Kabid Rehabsos Dinas Sosial Aceh Timur dan beberapa petugas Program Kerja Harapan (PKH) dalam kunjungannya ikut memberikan kursi roda, sembako berupa beras, minyak goreng, telur, gula, dan jus kacang hijau sebagai tambahan vitamin serta pakaian.
Kedepan, Rocky juga akan memperioritaskan bantuan berupa jatah hidup (jadup) terhadap para penderita lumpuh dan strok yang dirawat dan diterapi di rumah, sehingga nantinya akan terbantu untuk membeli suplaiman tambahan dan makanan yang bergizi lainnya, seperti bubur kacang hijau dan susu.
"Oleh karenanya Dinas Sosial dan Baitul Mal perlu turun ke desa-desa mendata warga yang sedang dirawat di rumah dalam bentuk terapi, seperti halnya Bang Nabon," ujar Rocky seraya meminta kepala desa untuk memberikan data yang valid ke Dinsos terkait bantuan jadup yang akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kemapuan daerah. (KC)

Berita Lainnya
Awak Media Soroti Dugaan Galian Tanah Timbunan di Simpang Kubu, Surat Konfirmasi ke Polisi Tak Berbalas
Satpol PP Kampar Turun ke Lokasi, Kafe My Love di Tanjung Sawit Mendadak Tutup, Diduga Ada Kebocoran Informasi
Pemuda Kampar Kritik Kebijakan Pencabutan HGU, Pertanyakan Ketegasan Pemerintah terhadap Konflik Lahan Masyarakat
Polres Kampar Tahan Kades dan Mantan Sekdes Tarai Bangun atas Dugaan Pemalsuan Surat Tanah
Diduga Sediakan Pemandu Lagu dan Jual Miras, Kafe My Love di Tapung Disorot Warga
Disdikpora Kampar Atur Teknis KBM Selama Ramadan 2026, Sekolah Diminta Sesuaikan Pola Belajar
PWI Bengkalis Tuntaskan Keikutsertaan dalam Rangkaian HPN 2026 di Banten
SMSI Inhil Ikut Momentum Nasional HPN 2026 di Banten