Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Facebook Pecat Karyawan Karena Kritisi Zuck Soal Donald Trump

Nusaperdana.com, Jakarta - Facebook memecat karyawannya yang telah mengkritik keputusan Mark Zuckerberg karena membiarkan postingan kontroversial Presiden Donald Trump terkait gerakan Black Live Matter atas kematian George Floyd.
Adalah Brandon Dail seorang Interface Engineer Facebook di Seattle. Dia menulis di Twitter bahwa ia telah diberhentikan karena memarahi seorang kolega yang secara terbuka menolak mendukung gerakan Black Lives Matter dalam sebuah dokumen developer yang akan diterbitkan.
Dilansir detiKINET dari Reuters Dail menulis cuitan tersebut sehari setelah bergabung dengan ratusan karyawan lainnya termasuk enam engineer dan tim lainnya. Mereka mogok bekerja sebagai aksi protes sikap Zuck terhadap postingan-postingan Donald Trump di media sosial yang tetap tayang di Facebook.
Facebook telah mengkonfirmasi tentang pemecatan Dail namun menolak untuk memberikan informasi lebih jelasnya. Perusahaan mengatakan selama pemogokan kerja, karyawan yang berpartisipasi tidak akan mendapatkan hukuman.
Postingan-postingan Trump di media sosial berbau rasis yang memicu kemarahan dari kalimat 'Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai'.
Di Twitter, postingan Trump memberikan tanda dengan label cek fakta yang dianggap memicu kekerasan atau rasisme. Namun di Facebook tidak diberikan tanda apapun terkait postingan Trump.
Meskipun sikap Facebook ini telah ditentang karyawannya dengan cara mogok kerja, Zuckerberg tetap membela kebijakan platformnya.
Berita Lainnya
Warga Palestina yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan Dengan Kondisi Terluka
Tujuh Strategi Diplomasi Public Relations untuk Meningkatkan Reputasi Suatu Bangsa.
Amerika Serikat Mulai Uji Klinis Vaksin Influenza Universal
Rusia Kecam Aksi Barat Terhadap Iran
Australia tambah bantuan kendaraan lapis baja untuk Ukraina
Israel Hancurkan Bangunan Sekolah di Palestina di Tepi Barat
PM Inggris Sebut China Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Pecat Komandan Militer Senior Ditengah Serangan Rusia