KMP Siap Laporkan Kasus Jembatan Bodem ke Kejari


Nusaperdana.com, Purwakarta - Ketua  Komunitas Masyarakat Purwakarta ( KMP ) Ir Zaenal Abidin akan terus mengawal tragedi ambruknya Jembatan Bodem di Desa Cijunti kecamatan Campaka kabupaten Purwakarta yang menelan Enam Korban, satu korban meninggal dan lima orang luka-luka akibat tidak Prefisionalnya pemborong jembatan tersebut.Kamis 23/04/20.

Photo-photo jembatan sudah saya ambil di lokasi ambruknya jembatan bodeman, tinggal saya lengkapi berkas minggu depan saya akan Laporkan ke KEJRI Purwakarta.ujar Zaenal Abidin.

Menurut Zaenal Kondisi di lapangan struktur pondasi utuh, tidak seperti claim mereka bahwa akibat faktor alam tergerus air.

Bilamana aliran air dahsyat maka pondasi harusnya hancur, dan baru mempengaruhi konstruksi jembatan sehingga roboh.

Aktual di Lapangan
 
PERTAMA, jembatan tersebut hanyalah pada saluran sekunder tidak seperti jembatan di dekatnya yang menentang di aliran primer dan panjang dua kali lipatnya, bahkan dibangun sekitar tahun 1989. Sehingga asumsi faktor tergerus aliran air, menjadi artifisial.

KEDUA, bilamana dinding samping kiri kanan roboh maka seharusnya kontruksi jembatan malah nol beban, artinya akan tetap kokoh berdiri tidak akan ambruk.

KETIGA, terjadi mallprosedur pemasangan BOX CULVERT. Sehingga tidak dapat menahan beban jalan diatasnya.ucap Zaenal

,"Jadi ada dugaan kualitas Box Culvert tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas di atasnya." dan saya tidak main main untuk kawal terus kasus ambruk nya jembatan bodem yang di kerjakan oleh CV Karya Indah, sampai ada kejelasan Hukum,ucapnya. (Anda, S)



[Ikuti Nusaperdana.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar