Turun Langsung ke Pos Ronda, Kapolres Kampar Serap Aspirasi Warga
PMII Bengkalis Nilai Tunda Bayar Jadi Alarm Pemkab Untuk Berbenah
Langkah Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Intervensi Stunting
Indragiri Hilir - Dalam upaya pencegahan stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rahmi Indrasuri, SKM, M.KL, telah mengambil langkah-langkah strategis.
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, terjadi penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang menandakan kemajuan signifikan dalam penanganan masalah gizi di daerah tersebut.
Rahmi Indrasuri menjelaskan bahwa intervensi pencegahan stunting harus melibatkan koordinasi antara berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan/desa. Intervensi ini mencakup pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan intervensi berkelanjutan bagi ibu hamil, balita, dan calon pengantin.
Puskesmas dan posyandu memegang peran penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif dan terpadu, termasuk deteksi dini masalah gizi dan edukasi pencegahan stunting. Dengan adanya penurunan prevalensi stunting di Inhil dari 28,5% pada tahun 2022 menjadi 18,8% pada tahun 2023, terlihat bahwa upaya yang dilakukan telah memberikan hasil yang positif.

Berita Lainnya
GMNI Minta Pemkab Inhil Anggarkan Program UHC Setahun Penuh
Pemkab Bengkalis Dukung Operasional PHR Wujudkan Swasembada Energi di WK Rokan
Turun Langsung ke Pos Ronda, Kapolres Kampar Serap Aspirasi Warga
Diduga Tambang Ilegal Kebal Hukum, Pusat Diminta Ambil Alih Kasus Galian Tanah di Kampar
PMII Bengkalis Nilai Tunda Bayar Jadi Alarm Pemkab Untuk Berbenah
Sanusi Desak DPRD dan Aparat Hukum Awasi Penagihan Denda Triliunan Rupiah Perusahaan Sawit di Riau
Sanusi Dukung KPK: Sumpah Gubri Wahid Harus Diuji di Pengadilan, Bukan Opini Publik
PWI Bengkalis Silaturahmi dengan PN Bengkalis