Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Wali Kota Pekanbaru Gelar Open House, Eratkan Silaturahmi dengan Warga
Taiwan Diminta Bentengi Diri dari Kemungkinan Invasi Cina

Nusaperdana.com - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, Robert O’Brien, mengatakan pemerintah Taiwan perlu membentengi negaranya untuk menghadapi kemungkinan invasi di masa depan.
Taiwan juga perlu mengantisipasi kemungkinan mengalami isolasi lewat cara nonmiliter seperti embargo.
“Saya kira Taiwan perlu mengkaji sejumlah strategi perlawanan terkait akses area,” kata Robert O’Brien kepada forum diskusi online Aspen Institute seperti dilansir Reuters pada Jumat, 16 Oktober 2020.
O’Brien menambahkan,”Taiwan perlu membentengi dirinya begitu rupa sehingga akan mencegah Cina melakukan invasi amfibi atau melakukan operasi zona abu-abu terhadap mereka.”
O’Brien menyebut operasi zona abu-abu sebagai operasi mengisolasi Taiwan secara tindakan ekonomi atau semacam embargo ekonomi.
Ketegangan meningkat terkait Taiwan dan ini membuat sejumlah analis berspekulasi Cina bisa mencoba mengambil keuntungan dari hasil pemilu AS jika terjadi kisruh.
Cina telah bersumpah bakal menyatukan kembali pulau itu dengan daratan meski harus menggunakan kekuatan militer.
Menurut O’Brien, Cina kemungkinan tidak bersiap melakukan invasi secara pendaratan pasukan amfibi. Menurut dia, ini operasi yang sulit dilakukan Cina saat ini selain AS akan bertindak. “Jika kita terlibat maka itu akan menjadi sangat berbahaya bagi Cina,” kata dia.
Berita Lainnya
Warga Palestina yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan Dengan Kondisi Terluka
Tujuh Strategi Diplomasi Public Relations untuk Meningkatkan Reputasi Suatu Bangsa.
Amerika Serikat Mulai Uji Klinis Vaksin Influenza Universal
Rusia Kecam Aksi Barat Terhadap Iran
Australia tambah bantuan kendaraan lapis baja untuk Ukraina
Israel Hancurkan Bangunan Sekolah di Palestina di Tepi Barat
PM Inggris Sebut China Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Pecat Komandan Militer Senior Ditengah Serangan Rusia