Tindak Pidana Korupsi Oksigen dan Gas di BLUD RSUD Rohul Masuk Tahap Dua
Nusaperdana.com, Rohul - Proses hukum pelaku tindak pidana korupsi yang menjerat dua orang mantan direktur RSUD Rohul dan dua kontraktor hari ini resmi masuk tahap II, yakni penyerahan barang bukti dan ke empat tersangka oleh Kejari Rokan Hulu kepada jaksa penuntut umum pada kejaksaan negeri Rokan Hulu, Bertempat di ruang pidsus Kejari Rohul Kamis (14/1/2022).
Tampak hadir dalam proses hukum serah terima ini ,Kejari Rokan Hulu Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Rokan Hulu Pri Wijeksono, SH. MH, Kasi Pidsus Doni Saputra, SH dan Kasi Intel Ari Supandi, SH. MH,
Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu Pri Wijeksono SH MH dalam pemaparannya melalui Kasi Intel Kejari Rohul Ari Supandi SH MH mengatakan, bahwa Penyidik Kejari Rohul menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tindak pidana korupsi belanja oksigen dan Gas di BLUD RSUD Rokan Hulu TA.2018 dan 2019, katanya lewat akun WhatsApp yang diterima awak media ini.
"Keempat tersangka tersebut dua dari kontraktor pelaksana yakni inisial S Bin Marto Semito dan A S Bin M.NASIR serta dua tersangka mantan direktur utama RSUD Rohul yakni dr.F H Bin S. Harahap dan dr. N R Bin Frankie," jelas Pak Pri.
Lanjut Kejari lagi, pada saat yang bersamaan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Rokan Hulu juga menerima penyerahan tanggung jawab Tersangka dan Barang Bukti dari Penyidik Polres Rokan Hulu dalam Perkara Pungli Pengurusan Surat tanah di Desa Rokan Timur.
Dalam Kasus Pungli ini kata pak Kejari menjelaskan,ada tiga tersangka yakni inisial SS Als WARDI Bin MASHUDI,SN Als ANYO Bin AZIZ RAUF dan PI Als PIRI Bin AHMAD GANTI.jelasnya,
Lanjut Kajari setelah berkas perkara yang bersangkutan dinyatakan lengkap akan kita serahkan masing-masing tersangka serta Barang Bukti Tahap II. Ke Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rokan Hulu
Setelah diterima oleh Jaksa Penuntut Umum, selanjutnya 7 (tujuh) orang Tersangka tersebut dilakukan Penahanan lanjutan selama 20 (dua puluh) hari kedepan dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.jelas pak Pri Wijeksono SH MH.(red/GS)

Berita Lainnya
Diduga Hambat Kerja Pers, Dua Kepala SPPG di Tapung Hilir Disorot
Anggota DPRD Kampar Anasril Mengaku Diancam Demo oleh Kades Sungai Tonang, Polemik SPPG MBG Memanas
Polres Indragiri Hilir Berbagi Takjil Ramadhan di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan
Aksi Sadis Kampak di Kampus UIN Suska Karena Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Dinsos Kampar Klarifikasi Hibah Rp700 Juta, Publik Soroti Ketimpangan Alokasi Anggaran
SPPG Diduga Milik Anggota DPRD Kampar Disorot, Warga Keluhkan Menu MBG hingga Distribusi Terlambat
Tiga Tersangka Sabu Diciduk dalam Semalam, Laporan WhatsApp Kapolres Berbuah Penangkapan
PWI Bengkalis Sampaikan Duka Mendalam, Kepergian Bang Dewok Tinggalkan Luka bagi Keluarga Pers