Bupati Kasmarni Serahkan LKPD Unaudited 2024 Ke BPK Tepat Waktu
Wali Kota dan Wawako Pekanbaru Shalat Idul Fitri Bersama Warga di Panam
Wali Kota Pekanbaru Gelar Open House, Eratkan Silaturahmi dengan Warga
Vietnam Didenda Rp 14,6 T, Laut China Selatan Makan Korban

Nusaperdana.com - Konflik wilayah di Laut China Selatan antara Vietnam dan China belum juga usai. Setelah mendapat tekanan berlebihan dari China, Vietnam harus membayar kompensasi sebesar US$ 1 miliar (Rp 14,6 triliun, asumsi Rp 14.621/US$) kepada dua perusahaan minyak internasional karena membatalkan kontrak mereka di perairan tersebut.
Sebagaimana ditulis oleh The Diplomat, perusahaan energi milik negara Vietnam PetroVietnam akan membayar uang kepada perusahaan Repsol Spanyol dan Mubadala dari Uni Emirat Arab sebagai "kompensasi". Keputusan tersebut merupakan harga yang mahal bagi Vietnam.
Sebuah sumber industri minyak regional mengatakan Vietnam membayar US$ 800 juta kepada Repsol dan Mubadala untuk hak-hak mereka di blok-blok l itu.
Termasuk US$ 200 juta sebagai kompensasi untuk semua investasi yang telah mereka lakukan dalam proses eksplorasi dan pengembangan.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Repsol tidak mau mengkonfirmasi atau menyangkal.
Namun media itu menulis, para eksekutif Repsol diberi tahu bahwa ini adalah keputusan politik, diperintahkan menyusul tekanan ekstrim dari China.
Selain Repsol dan Mubadala, perusahaan energi Rusia Rosneft juga terpaksa menunda rencananya untuk pengeboran di lepas pantai karena adanya tekanan dari China.
Dikabarkan kapal penjaga pantai China beroperasi di wilayah pengeboran akan berlangsung.
Seorang eksekutif minyak Barat dengan pengalaman panjang di wilayah itu mengatakan kepada BBC bahwa ia "belum pernah melihat begitu banyak campur tangan politik di industri minyak dan gas lepas pantai di Laut China Selatan".
Akibat klaim sepihak wilayah perairan Laut China Selatan, hubungan antara China dan beberapa negara anggota ASEAN memburuk. Terutama terhadap Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei yang tidak terima klaim tersebut.
Berita Lainnya
Warga Palestina yang Ditahan Militer Israel Dibebaskan Dengan Kondisi Terluka
Tujuh Strategi Diplomasi Public Relations untuk Meningkatkan Reputasi Suatu Bangsa.
Amerika Serikat Mulai Uji Klinis Vaksin Influenza Universal
Rusia Kecam Aksi Barat Terhadap Iran
Australia tambah bantuan kendaraan lapis baja untuk Ukraina
Israel Hancurkan Bangunan Sekolah di Palestina di Tepi Barat
PM Inggris Sebut China Ancaman Terbesar Ekonomi Dunia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Pecat Komandan Militer Senior Ditengah Serangan Rusia