RSF Bengkalis Himbau Perusahaan dan Masyarakat memelihara Lingkungan dan Pohon
Nusaperdana.com, Bengkalis - Ketua Rimba Satwa Foundation, Zulhusni Syukri Mengimbau kepada perusahaan dan masyarakat melakukan upaya memelihara lingkungan dan pohon.
Hal itu dikatakan nya karna sudah merasakan dampak dari hilangnya hutan disebabkan alih fungsi jadi objek untuk memenuhi kebutuhan manusia, tanpa ada pertimbangan-pertimbangan yang mendalam. Kita khawatir generasi penerus, mereka tidak akan mengenal lagi aneka flora dan fauna yang punah sebelum mereka ada.
"kami mengimbau khususnya perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit yang ada di Riau, agar menyisakan kawasannya untuk konservasi sumber daya alam, bukan hanya semata-mata membuat kehancuran," jelasnya zulhusni syukri sempena Memperingati hari Gerakan sejuta pohon 2021, Senin (11/1).
Pihak perusahaan yang ada di Riau saat ini lanjutnya, mesti bisa tetap menjaga lingkungan hijau, dan memelihara alam untuk generasi masa depan. Lantaran, dengan menjaga lingkungan tetap hijau, pihak perusahaan telah ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun fauna, tambahnya.
Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Riau sangat pesat, ini mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif yang ditimbulkan, seperti meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan penerimaan devisa negara, memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan produktivitas, daya saing, memenuhi kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri.
Tapi dampak negatif bagi manusia dan lingkungan, terutama limbah industri dan maupun produk dari industri kelapa sawit, seperti limbah yang sebabkan polusi udara kelapa sawit dan bencana alam.
"Tak dipungkiri adanya perusahaan kelapa sawit telah merubah tatanan alam, daerah yang dulunya lebat dengan ragam pepohonan, kini digantikan dengan kelapa sawit. Bergantinya pohon menjadi kelapa sawit bisa pengaruhi sumber daya serap air, saat terjadi hujan yang lebat pohon kelapa sawit tidak bisa menyerap air dan membuat air itu mengapung dan sebabkan banjir.
Itu sebabnya, perlu keseimbangan antara pertumbuhan industri kelapa sawit dengan kelestarian alam untuk kelangsungah hidup di masa datang. (Putra)

Berita Lainnya
Komitmen Dukung Swasembada Pangan, Polsek KSKP Tembilahan Manfaatkan Lahan Tidur untuk Budidaya Cabai Rawit
Dinilai Konsisten Berantas Narkoba, Kapolres Inhil dan Kasat Res Narkoba Raih Penghargaan dari GRANAT
Polsek Sabak Auh Gelar Turnamen Domino Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
Bhabinkamtibmas Polsek Pelangiran Cek Perkembangan Tanaman Timun Warga di Inhil, Hasilnya Memuaskan
Hanya 81 Ribu dari 400 Ribu Warga Kampar Bekerja, Ikhsan Desak DPRD Panggil Seluruh Perusahaan
Hasil 400 Kg Jagung, Polsek Tembilahan Hulu Perkuat Lumbung Pangan Desa
Polsek Sabak Auh Pantau Jagung Program Ketahanan Pangan, Panen Diperkirakan Sepekan Lagi
Ketua PW IWO Riau Ajak Media Nasional Kawal Sidang Gubernur Riau Nonaktif, Imbau Publik Tak Terprovokasi