Tingginya Angka Kemiskinan di Kampar, Kamsol : Penguatan ekonomi kerakyatan salah satu solusi
Nusaperdana.com, Kampar - Di tengah gencarnya "kampanye" kegiatan seremonial di kalangan elit Kampar, ada kabar menyentakkan yang diterima publik di awal tahun 2023 ini.
"Gemerlap" yang selama ini ditampilkan baik oleh kalangan DPRD maupun oleh eksekutif bahwa seolah-olah Kampar sedang baik-baik saja, tak lebih sekedar "kamuflase" untuk menutupi kondisi sesungguhnya?
Fakta menyentakkan itu adalah Kabupaten Kampar merupakan Kabupaten dengan jumlah warga miskin ekstrim tertinggi di Riau saat ini dengan angka mencapai 15.450 jiwa.
Kamsol selaku Penjabat Bupati Kampar mengaku telah menyiapkan program-program untuk mengentaskan angka penduduk miskin ekstrim ini.
"Ini yang lagi kita programkan penguatan ekonomi kerakyatan salah satu solusi untuk melepas masyarakat dari belenggu ini," ungkap Penjabat Bupati Kampar Dr H Kamsol, Senin, 23 Januari 2023.
Terlebih, lanjut dia, Kampar merupakan kabupaten nomor tiga dengan jumlah penduduk terbesar di Riau.
"Kita juga termasuk 3 besar penduduk terbanyak di Riau. Insyaa Allah ini akan tuntas 2024 sebagaimana arahan bapak presiden," kata Kamsol lagi.
Lanjut Kamsol, program-program pendampingan masyarakat bersama Corporate Social Responsibility (CSR) juga menjadi strategi pengentasan kemiskinan ekstrim ini.
Dia lalu merinci cara untuk mengentaskan jumlah warga miskin ekstrim di Kampar selain kiat di atas.
"Tak ada cara lain untuk menuntaskan ini dangan peningkatan kapasitas dan mendorong ekonomi inklusif, ekonomi kerakyatan yang bisa digerakkan lewat UMKM , pertanian, peternakan, dan perikanan. Alhamdulillah ini sudah mulai berjalan," urai dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar pada 2022 lalu mencatat penduduk Kabupaten Kampar yang hidup di bawah garis kemiskinan bertambah dari 3.400 jiwa menjadi 68.740 jiwa pada Maret 2021 dibanding Maret 2020.
Berdasarkan persentasenya, penduduk miskin Kabupaten Kampar meningkat menjadi 7,82 Persen pada Maret 2021 dibanding sebelumnya hanya 7,38 persen. Angka kemiskinan tersebut lebih tinggi dari persentase penduduk miskin Provinsi Riau sebesar 7,12 persen.
Menurut BPS, kemiskinan ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yaitu makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.
Atau dengan kata lain, seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika pengeluarannya di bawah Rp. 10.739/orang/hari atau Rp. 322.170/orang/bulan. Sehingga misalnya dalam 1 keluarga terdiri dari 4 orang (ayah, ibu, dan 2 anak), memiliki kemampuan untuk memenuhi pengeluarannya setara atau di bawah Rp. 1.288.680 per keluarga per bulan.

Berita Lainnya
Polres Indragiri Hilir Gelar Anjangsana ke Kediaman Purnawirawan Polri dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Polsek Kateman Gelar Peletakan Batu Pertama Program Bedah Rumah Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-80
Tanam Cabai Rawit, Polsek KSKP Wujudkan Asta Cita Melalui Ketahanan Pangan
Ditresnarkoba Polda Riau Nilai Kampung Bebas Narkoba di Tembilahan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Polres Inhil Gelar Ziarah Rombongan di TMP Yudha Bhakti Tembilahan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Satres Narkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran Sabu di Kempas, Seorang Pria Diamankan dengan Barang Bukti 27,49 Gram
128 Warga Ambil Bagian dalam Lacak Kamtibmas Polres Inhil Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80
Polri Hadir untuk Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Sabak Auh Cek Lahan Jagung Pipil Seluas 1 Hektare